Wilayah Barat Jakarta Jadi Incaran Pengembang Township

Pengembang masih memilih pengembangan kawasan skala perkotaan dengan peluncuran proyek-proyek rumah tapak yang berpusat di Barat Jakarta.
Anitana Widya Puspa | 08 Februari 2018 14:10 WIB
. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Pengembang masih memilih pengembangan kawasan skala perkotaan dengan peluncuran proyek-proyek rumah tapak yang berpusat di Barat Jakarta.

Head of Research Jones Lang LaSalle Indonesia, James Taylor mengatakan sebanyak 52% dari total luas township berada di kawasan Tangerang. Bahkan 70% dari total rumah tapak yang dipasarkan pada 2017 berlokasi di Tangerang.

“Kawasan barat Jakarta merupakan pengembangan skala perkotaan yang paling aktif. Preferensi masyarakat Indonesia menghuni di rumah tapak ada di sana,” katanya dalam risetnya Kamis (8/2).

Di luar kawasan barat itu, JLL mencatat tingkat penjualan rumah tapak secara keseluruhan tahun lalu mencapai 69% dengan jumlah unit yang baru diluncurkan masih sama dengan semester sebelumnya yakni 5.000 unit.

Kawasan barat dinilai sebagai kawasan matang dengan koridor yang menghubungkan Jakarta Barat dengan Jakarta Selatan. Pengembangnya mengarah dari BSD, Alam Sutera yang selanjutnya juga mulai mengarah ke utara.

“Namun kita nggak juga tutup mata di Bekasi juga sudah mulai pengembangan rumah tapak,” imbuhnya.

Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia mengatakan pasar rumah tapak tahun ini masih lebih stabil dibandingkan dengan residensial lainnya berupa kondominium. Hal itu tidak lepas dari karakteristik pembelinya yang merupakan end user (dihuni sendiri).

Pengembang, lanjut dia, akan lebih mengutamakan mengejar volume penjualan dibandingkan dengan menaikkan harga jual pada tahun ini. Dengan demikian, harga unit rumah tapak yang lazimnya mengalami kenaikan sekitar 15%--20% per tahun, tahun ini diperkirakan hanya akan naik 12%.

Dia menyebut ada beberapa hal yang mempengaruhi referensi pembeli rumah tapak saat ini. Pertama harga jual rumah tapak hingga Rp2 miliar adalah yang paling banyak dicari. Selanjutnya rumah dengan tipe dua kamar tidur hingga 3 kamar tidur, nama besar pengembang, akses yang baik dengan transportasi umum, fasilitas skala kota yang baik serta kualitas pengembangan yang mumpuni.

Tahun ini dia menilai jumlah unit peluncuran proyek baru kurang lebih akan sama dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan hanya terjadi pada segmen pasar. Proyek kelas menengah dan menengah bawah yang akan paling banyak, sedangkan proyek menengah ke atas yang tahun lalu cukup banyak diluncurkan, mulai berkurang tahun ini.

Kondisi itu dikarenakan tahun lalu sejumlah pengembang masih meraba pasar, dilanjutkan dengan tahun ini yang lebih memahami kondisi pasar.

Tag : kota baru
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top