Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja 2017: 34 Proyek Industri Smelter Hasilkan Investasi Rp752 Triliun

Total investasi 34 proyek industri smelter mencapai Rp752,62 triliun pada tahun lalu.
Andry Winanto
Andry Winanto - Bisnis.com 01 Februari 2018  |  10:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Total investasi 34 proyek industri smelter mencapai Rp752,62 triliun pada tahun lalu.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto mengatakan Industri smelter tersebut terdiri dari pengolah bijih besi, bijih nikel, bijih bauksit, konsentrat tembaga, stainless steel, dan aluminium.

“Dari 34 proyek smelter, mampu menyerap tenaga kerja sekitar 30.000 orang,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Menurut Harjanto, untuk terus mendorong investasi di sektor industri smelter, perlu dukungan dalam ketersediaan bahan baku. Hal ini sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 41/2015 tentang Pembangunan Sumber Daya Industri.

“Jadi, harus ada kebijakan yang mendukung hilirisasi dan peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri. Karena kalau tidak, pelaku usaha akan lebih memilih untuk ekspor bahan baku kita daripada membangun fasilitas pengolahan mineral,” tuturnya.

Di samping itu, lanjut Harjanto, diperlukan sinergi penerbitan izin usaha serta pola dan tata cara pembinaan industri smelter. Untuk itu, pihaknya berupaya mengurai permasalahan dualisme perizinan yang masih dikeluhkan pelaku industri smelter di Tanah Air.

"Dualisme perizinan ini membingungkan investor. Makanya, kami akan berupaya mencarikan solusinya," terangnya.

Dia juga menyampaikan, izin usaha untuk kegiatan industri pengolahan dan pemurnian mineral logam berupa Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus Pengolahan Pemurnian (IUP OP Pengolahan Pemurnian) membawa ketidakpastian iklim investasi.

Menurutnya, beberapa industri smelter diwajibkan memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), padahal mereka hanya melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian, serta tidak memiliki lahan tambang.

"Nah, mereka akhirnya memaksakan untuk membuat IUP itu," tukas Harjanto.

Untuk itu, Kemenperin meminta Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) untuk mendata perusahaan dan permasalahan terkait secara terperinci. Setelah itu, imbuh Harjanto, jajarannya akan membahas hal tersebut pada tingkat Kemenko Perekonomian untuk dicarikan solusi yang tepat.

“Setelah data resminya kami terima, akan kami bahas di tingkat Kemenko," jelasnya.

Adapun rincian hasil produksi industri pengolah logam dan mineral di Tanah Air yaitu, smelter besi mencapai 7,6 juta ton, refinery alumina 2,3 juta ton, dan smelter aluminium 1 juta ton.

Selanjutnya, smelter nikel 4,6 juta ton dan smelter stainless steel slab 2 juta ton, serta smelter tembaga 303 ribu ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smelter pabrik smelter
Editor : Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top