Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kota Kasablanka Dapat Tambahan Listrik PLN Jadi 25,6 Juta Watt

PLN menambah kapasitas listrik Kota Kasablanka sebesar 2,7 juta volt ampere (VA) atau sekitar 2,16 juta watt. Kini, total pasokan listrik Kokas mencapai 32 juta VA atau 25,6 juta watt.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 31 Januari 2018  |  10:45 WIB
Kota Kasablanka Dapat Tambahan Listrik PLN Jadi 25,6 Juta Watt
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Persero) menambah kapasitas listrik Kota Kasablanka (Kokas) sebesar 2,7 juta volt ampere (VA) atau sekitar 2,16 juta watt. Kini, total pasokan listrik di Kokas mencapai 32 juta VA atau 25,6 juta watt.

Alexander Suhendra, President Director PT Pakuwon Jati (pemilik Kota Kasablanka),  mengatakan kerja sama dengan PLN tersebut bisa menghemat biaya penggunaan listrik dari pada menggunakan mesin generator.

“Jadi, kita khawatir lagi soal listrik,” kata Alexander melalui keterangan resmi PT Pakuwon Jati hari ini, Rabu (31/1/2018).

General Maneger PLN M. Ikhsan Assad mengatakan, layanan listrik PLN memang lebih hemat dibandingkan menggunakan mesin generator genset atau semacamanya.

PLN menginstal listrik di Kota Kasablanka sesuai dengan program layanan Masa Konstruksi dan Power Bank Express Power Service.  Melalui layanan tersebut, konsumen bisa membangun proyek yang lebih efisien, ramah lingkungan dan tidak menimbulkan kebisingan.

“Kini PLN dapat memasang listrik meski proyek hunian ataupun lainnya masih dalam tahap pembangunan. Layanan ini jau lebih murah dari pada menggunakan mesin genset atau semacamanya. Selain itu, juga ramah lingkungan,” katanya.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota kasablanka kota kasablanka pakuwon jati pakuwon jati
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top