Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk. menargetkan pendapatan di atas US$500 juta atau setara lebih dari Rp7,1 triliun pada tahun ini.
Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Joeniarto mengatakan target tersebut telah tercantum dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).
"Tahun ini [pendapatan] kami akan mencapai US$500 juta lebih. Jadi naik 15% dibandingkan dengan tahun lalu," kata Iwan usai acara Aviation Business Gathering, Selasa (30/1/2018).
Dia menuturkan pendapatan tersebut akan berasal dari pasar perawatan pesawat terbang (maintenance repair overhaul/MRO) domestik maupun internasional. Namun, porsi pasar MRO pasar internasional diprediksi lebih tinggi.
Di sisi lain, lanjutnya, kinerja non-afiliasi dari bidang layanan logistik perusahaan berkode emiten GMFI ini akan ditingkatkan.
"Mungkin dulu dominasi agak mulai berkurang, sekarang non-grup ini naiknya lebih tajam," ujarnya.
Hingga kuartal III/2017, GMFI sudah meraup pendapatan US$310,54 juta atau tumbuh sekitar 14,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak US$271,1 juta.
Pencapaian pendapatan melebihi target didorong juga oleh peningkatan kapabilitas perawatan mesin dan perbaikan pesawat.