Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

EKONOMI SINGAPURA: Sektor Jasa Dorong PDB Lampaui Target di Akhir 2017

Ekonomi Singapura tumbuh dengan laju lebih cepat daripada perkiraan pada kuartal keempat tahun 2017, didorong industri jasa seperti finansial dan asuransi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 02 Januari 2018  |  08:29 WIB
Suasana di salah satu manufaktur yang ada di Singapura. - .Reuters
Suasana di salah satu manufaktur yang ada di Singapura. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonomi Singapura tumbuh dengan laju lebih cepat daripada perkiraan pada kuartal keempat tahun 2017, didorong industri jasa seperti finansial dan asuransi.

Menurut data pendahuluan yang dirilis Kementerian Perdagangan Singapura hari ini, Selasa (2/1/2018), produk domestik bruto (PDB) naik sebesar 2,8% dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya, lebih besar daripada perkiraan median delapan ekonom dalam survei Bloomberg yakni 1,6%.

Adapun pertumbuhan PDB pada kuartal ketiga direvisi menjadi 9,4%. Sementara itu industri jasa, yang berkontribusi sekitar dua pertiga dari ekonomi, tumbuh 7,5% pada kuartal keempat dari tiga bulan sebelumnya.

Pertumbuhan jasa juga mendapatkan dorongan dari sektor grosir dan ritel, serta sektor transportasi dan penyimpanan.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, PDB Singapura naik 3,1% pada kuartal keempat, juga lebih besar daripada perkiraan median untuk kenaikan 2,6%. Pertumbuhan ekonomi Singapura sepanjang 2017 tercatat berekspansi 3,5%, laju tercepat sejak 2014.

Ekonomi Singapura, yang bergantung pada perdagangan, tumbuh tahun ini seiring dengan meningkatnya permintaan global, terutama untuk produk elektronik dan komponennya.

“Ekonomi Singapura tumbuh 3,5%, lebih dari 2 kali proyeksi awal pemerintah berkat perbaikan ekonomi global,” ujar Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pidato menyambut tahun barunya, seperti dikutip Bloomberg.

Dengan latar belakang pertumbuhan yang stabil dan inflasi yang terkendali, pemerintah Singapura telah mengisyaratkan kemungkinan penaikan tarif pajak. Sementara itu, bank sentral Singapura Monetary Authority of Singapore (MAS) membuka peluang langkah pengetatan keputusan kebijakan moneternya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi singapura
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top