Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Boneka Barbie Ternyata Paling Banyak Diproduksi di Indonesia

Pabrikan mainan, Mattel Inc., memusatkan manufaktur brand boneka Barbie pada fasilitas produksinya di Cikarang, Indonesia. Pabrik Mattel di Indonesia memproduksi sebanyak 60% produk Barbie untuk pasar global.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 05 Desember 2017  |  06:15 WIB
Boneka Barbie - Mattel
Boneka Barbie - Mattel

Bisnis.com, CIKARANG—Pabrikan mainan, Mattel Inc., memusatkan manufaktur brand boneka Barbie pada fasilitas produksinya di Cikarang, Indonesia. Pabrik Mattel di Indonesia memproduksi sebanyak 60% produk Barbie untuk pasar global.

“Basis produksi Mattel di Indonesia itu yang terbesar di seluruh dunia, menyuplai sekitar 60% worldwide market,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada perayaan 25 tahun PT Mattel Indonesia di Cikarang, Senin (4/12).

Mattel merupakan pabrikan mainan global yang memproduksi berbagai mainan berlisensi, seperti Barbie, Hot Wheels, Fisher-Price, Thomas & Friends, dan sebagainya.

Executive VP & Chief Global Supply Chain Officer Mattel Inc. Peter Gibbons menyatakan pabrik di Indonesia merupakan aset terbesar grup Mattel dengan kontribusi mencapai 60% dari total produksi global.

“Pabrik Mattel di Indonesia memproduksi 2 juta unit per pekan dan setiap tahun rata-rata mampu mengekspor senilai US$150 juta,” ujarnya.

Pabrik tersebut mempekerjakan kurang lebih sekitar 10.000 buruh untuk memproduksi berbagai brand mainan seperti Barbie, Hot Wheels, dan sebagainya. “Totalnya, seluruh rantai pasok kami mempekerjakan lebih dari 100.000 pekerja langsung dan tidak langsung serta sekitar 500 UKM,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Barbie
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top