Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jembatan Selat Sunda Batal, Pemerintah Fokus ke Penyeberangan

Batalnya pembangunan jembatan di Selat Sunda membuat pemerintah mengalihkan fokus pada penyeberangan antarpulau.
Abdul Rahman
Abdul Rahman - Bisnis.com 04 Desember 2017  |  20:38 WIB
Jembatan Selat Sunda Batal, Pemerintah Fokus ke Penyeberangan
Maket jembatan Selat Sunda - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, SERANG - Batalnya pembangunan jembatan di Selat Sunda membuat pemerintah mengalihkan fokus pada penyeberangan antarpulau.

Oleh karena itu, kapal penyeberangan dengan bobot di bawah 5.000 gross tonage (GT) bakal dilarang beroperasi di lintasan Merak, Banten - Bakauheni, Lampung tahun depan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan kapal-kapal di sana akan diganti dengan ukuran yang lebih besar dan lebih cepat.

"Tahun depan, kapal yang beroperasi di sana minimal 5.000 GT. ASDP dan Gapasdap sudah diberi waktu sebelum selama 3 tahun. Tahun depan kapal harus diganti, " katanya usai seminar Konektivitas Infrastruktur Transportasi Jawa-Sumatera di Serang, Senin (4/12/2017).

Kewajiban penggantian kapal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI No 88/2014 tentang Pengaturan Ukuran Kapal Angkutan Penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Aturan tersebut menyebutkan pengusaha kapal penyeberangan yang memiliki kapal di bawah bobot tersebut harus mengganti kapalnya. Mereka diberi jangka waktu untuk menyesuaikan kapasitas hingga paling lambat Desember 2018.

Rencananya, kapal berukuran di bawah 5000 GT akan dialihkan untuk melayani rute penyeberangan lainnya khususnya di wilayah Indonesia timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jembatan selat sunda
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top