GUNUNG AGUNG ERUPSI: Garuda Batalkan 117 Penerbangan ke Bali dan Lombok Hari Ini

Sehubungan dengan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Agung sejak tanggal 26 November 2017 lalu dan diterbitkannya Notification to Airman/Notam No. A4242/17 penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, maka seluruh penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bali & Lombok hingga hari ini (28/11) kembali dibatalkan.
Mia Chitra Dinisari | 28 November 2017 06:12 WIB
Pesawat Garuda Indonesia. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Sehubungan dengan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Agung sejak tanggal 26 November 2017 lalu dan diterbitkannya “Notification to Airman/Notam No. A4242/17 penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, maka seluruh penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bali & Lombok hingga hari ini (28/11) kembali dibatalkan.

Pembatalan penerbangan di Lombok dan Bali tersebut sejalan komitmen perusahaan dalam mengedepankan aspek safety operasional penerbangan, khususnya mempertimbangkan sebaran abu vulkanik yang sangat beresiko terhadap keselamatan penerbangan.

Dalam siaran persnya, mereka menyebutkan dengan adanya pembatalan penerbangan tersebut, maka sedikitnya terdapat 117 penerbangan Garuda Indonesia yang akan dibatalkan pasca peningkatan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Agung tersebut.

Adapun penerbangan dari dan menuju Bali yang terdampak adalah sebanyak 49 arriving flight dan 46 departing flight. Sementara itu penerbangan dari dan menuju Lombok yang terdampak adalah sebanyak 11 arriving flight dan 11 departing flight.

Dengan demikian total penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak sejak peningkatkan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Agung pada Minggu (26/11) hingga besok, Selasa, (28/11), adalah sebanyak 223 penerbangan terdiri dari 183 penerbangan dari dan menuju Bali, dan 40 penerbangan dari dan menuju Lombok.

Sehubungan dengan situasi tersebut, Garuda Indonesia juga menyediakan alternatif jalur darat dengan menyediakan bis bagi penumpang yang terdampak di Surabaya yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Denpasar

Pelaksana Harian VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono mengungkapkan, "Sehubungan dengan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Agung tersebut, kami juga telah mempersiapkan contingency plan untuk penanganan penerbangan yang terdampak - termasuk penanganan penumpang dengan memastikan hak-hak penumpang dapat terakomodir dengan baik".

Dengan situasi force majeure ini, maka seluruh penumpang Garuda Indonesia yang memiliki tiket penerbangan tujuan dari dan ke Bali maupun Lombok, dalam hal ini yang terkena dampak dari pembatalan jadwal penerbangan Garuda Indonesia akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung tersebut diberikan pilihan untuk merubah jadwal penerbangan (Reschedule), memperpanjang masa berlaku tiket sampai dengan 6 (enam) bulan sejak terjadinya force majeure, merubah rute perjalanan (Reroute), mengganti nama dan berlaku hanya 1 (satu) kali penggantian saja, atau untuk melakukan “full refund” sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung tersebut, khususnya aktivitas sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bali & Lombok tersebut akan dilayani kembali setelah sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung mereda dan kembali dalam situasi normal.

Garuda Indonesia juga turut menghimbau para penumpang untuk memastikan kembali nomor kontak atau alamat e-mail yang tercantum pada tiket, agar kami dapat menghubungi apabila terjadi perubahan dalam penerbangan.

"Dengan mempertimbangkan situasi yang terjadi, maka Garuda menghimbau para penumpang untuk tidak menuju Bandara di Bali maupun Lombok sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut," ujar Pelaksana Harian VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono dalam siaran persnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top