Ketika Pertamina & Rosneft Berkolaborasi di Kilang Tuban

Konstruksi fisik Kilang Tuban diperkirakan dimulai pada 2020 dan ditargetkan selesai pada 2024.
Duwi Setiya Ariyanti | 28 November 2017 20:13 WIB
Petugas mengarahkan mobil tangki pengangkut BBM jenis Pertamax Turbo seusai melakukan pengisian BBM di Area Kilang PT Pertamina (persero) RU III Plaju, Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (9/6). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Konstruksi fisik Kilang Tuban diperkirakan dimulai pada 2020 dan ditargetkan selesai pada 2024.

External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan bahwa persiapan dan pelaksanaan desain teknik (engineering design) diperkirakan dimulai pada 2018.

Sementara itu, untuk tahap konstruksi fisik, dimulai pada 2020 dan selesai pada 2024. Menurutnya, merujuk pada praktik terbaik, untuk penyelesaian tahapan rekayasa pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement, construction/EPC) perusahaan migas dalam proyek kilang, diperlukan waktu 7-8 tahun.

"Persiapan dan engineering design itu 2018. Pada 2020 mulai konstruksi. Completion [penyelesaian] sekitar 2024," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (28/11/2017).

Sementara itu, tentang pendanaan, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Arief Budiman mengatakan bahwa untuk megaproyek seperti ini, pihaknya akan menggunakan skema project financing. Namun, dia menyebut detail kebutuhan dan sumber pendanaan masih belum bisa diceritakan karena menanti desain proyek selesai. Adapun, saat ini, proyek baru menyelesaikan proses studi teknis.

Menurutnya, pada tahap studi awal, masih menggunakan dana dari ekuitas kedua perusahaan. Dari catatan Bisnis, sebelumnya, Arief menyebut perseroan telah melakukan market sounding kepada calon pemberi fasilitas pendanaan untuk Kilang Balikpapan dan Kilang Tuban. Perseroan menggunakan skema pendanaan project financing sehingga internal bisa menyuplai modal sekitar 30% hingga 40%.

"Kalau megaproyek seperti ini dan seperti yang saya katakan ya project financing," kata Arief.

Dikutip dari laman resmi Rosneft, Kedua belah pihak sepakat akan merancang pendanaan proyek setelah menyelesaikan studi kelayakan dari sisi finansial atau bankability study. Adapun, pembentukan perusahaan patungan atau joint venture (JV) sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang ditandatangani pada Oktober 2016. Saat ini, proyek dalam tahap rekayasa dasar dan desain (basic engineering and design/BED) setelah menyelesaikan proses studi kelayakan atau feasibility study.

Berdasarkan jadwal awal, Kilang Tuban memasuki tahap konstruksi fisik pada kuartal IV/2017. Namun, karena adanya perubahan target penyelesaian kilang, baru Kilang Balikpapan yang akan memulai tahapan konstruksi fisik pada Desember 2017 dari target semulai kuartal I/2017. Menurutnya, kebutuhan dana proyek baru mulai meningkat pada 2019.

"Ya setahun ini baru studi engineering dulu - kalau lancar, mungkin di 2019 ke depan," katanya.

Seperti diketahui, Pertamina tengah menjalankan enam proyek kilang untuk menambah kapasitas kilang dalam negeri menjadi sekitar 2 juta bph. Kilang Tuban merupakan satu dari dua kilang baru yang akan dibangun. Sisanya, Kilang Bontang juga akan dibangun dengan kapasitas 300.000 bph dan terintegrasi dengan kompleks petrokimia.

Empat proyek kilang yang sedang berjalan merupakan proyek penambahan kapasitas kilang yakni Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, Kilang Dumai dan Kilang Balongan. Targetnya, seluruh proyek kilang diselesaikan pada 2025 untuk menekan angka impor bahan bakar minyak.

Tag : Kilang Tuban
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top