Lapangan Poleng Dongkrak Produksi PEP Asset 4

PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi menyelesaikan pengeboran sumur POL-N2 di lepas pantai utara Jawa Timur.
Sepudin Zuhri | 23 November 2017 17:05 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi menyelesaikan pengeboran sumur POL-N2 di lepas pantai utara Jawa Timur.

Pengeboran itu dilakukan melalui unit operasional Pertamina EP Asset 4 di Poleng Field.

Pengeboran sumur POL-N2 merupakan kegiatan eksploitas lepas pantai pertama yang dilakukan Pertamina EP. Pengeboran sumur migas yang terletak di lepas pantai Laut Jawa itu dilakukan selama 47 hari menggunakan rig Ensco 67 dengan kedalaman 8.696 kaki.

Produksi migas dari sumur POL-N2 ditargetkan melebih target sebanyak 744 barel per hari dan gas 1,07 juta kaki kubik per hari (MMscfd).

“Pengeboran ini hasil kerja sama dari Management Asset 4, Poleng Field, DWO, EPT dan arahan Management PEP Jakarta sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana, hal ini membuktikan bahwa Pertamina EP mampu mengelola pemboran sumur offshore [lepas pantai],” ujar Didik Susilo selaku General Manger Asset 4 Pertamina EP, Rabu (22/11).

Poleng Field Manager Charles P. Siallagan menambahkan bahwa pengeboran POL-N2 dapat diselesaikan lebih cepat dari target. Hal ini menjadi bukti Asset 4 Poleng Field mampu melakukan efisiensi biaya yang telah dicanangkan.

“Dengan waktu pengeboran lebih cepat Asset 4 Poleng Field mampu menekan biaya hingga 75%. Pengeboran sumur POL-N2 yang semula dianggarkan sekitar US$15,5 juta realisasi biaya mampu ditekan menjadi sekitar US$11,6 juta,” ujar Charles.

Tdak hanya berhasil di pemboran POL-N2, Pertamina EP Asset 4 juga menunjukkan kepiawaiannya untuk pemboran di darat. Dalam hal ini pemboran sumur TPN-4 yang berlokasi di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo Kecamatan Senori Kabupaten Tuban Jawa Timur, juga berhasil mendapat produksi baru dengan hasil uji kandung minyak sekitar 250 BOPD pada jepitan 40/64.

"Sumur yang mulai di bor sejak 15 Oktober 2017 ini selesai dikerjakan dengan kedalaman sumur mencapai sekitar 2,022 meter dan  waktu pekerjaan yang lebih cepat dari target yaitu 31 hari serta membutuhkan biaya lebih efisien 25 % dari anggaran yang disetujui SKK Migas sekitar US$4,2 juta,” jelas Heru Irianto, Cepu Field Manager.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina ep

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top