Ethica Industri Farmasi Resmikan Pabrik Baru

Pabrikan farmasi terus memperkuat bisnis guna memenangkan pasar. Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional akan mendorong industri farmasi.
N. Nuriman Jayabuana | 23 November 2017 21:59 WIB
Logo perusahaan Ethica Industri Farmasi. - JIBI

Bisnis.com, CIKARANG—Pabrikan farmasi terus memperkuat bisnis guna memenangkan pasar. Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional akan mendorong industri farmasi.

PT Ethica Industri Farmasi misalnya mengoperasikan pabrik baru yang menelan investasi senilai Rp1 triliun di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Kapasitas produksi pabrik obat injeksi itu mencapai 130 juta ampul per tahun.

Presiden Direktur Ethica Industri Farmasi Indrawati Taurus menyatakan pabrik tersebut mampu memproduksi sebanyak 20 jenis ampul untuk memenuhi permintaan program Jaminan Kesehatan Nasional.

“Dalam 3 tahun ke depan, kapasitas dan jumlah produk ampul yang kami hasilkan kami harap naik tiga kali lipat. Dengan inovasi baru, kami menargetkan mulai dapat mengekspor ke berbagai negara di Asia dan Australia,” ujarnya saat meresmikan pabrik tersebut, Kamis (23/11/2017).

Ethica merupakan entitas patungan Soho Group dengan perusahaan farmasi Jerman, Fresenius Kabi, yang menguasai 51% saham perusahaan.

Perseroan memfokuskan lini bisnis pada pembuatan produk injeksi. Produk buatan Ethica terutama didukung oleh pemanfaatan teknologi Fresensius Kabiyang juga memfokuskan bisnis di segmen obat injeksi.

“Dukungan shareholder sangat kuat dalam proses alih teknologi. Hal itu memudahkan kami untuk mengembangkan inovasi,” ujarnya.

President Region Asia & Board Member Fresenius Kabi AG Gerrit Steen menyatakan pembangunan pabrik usaha patungan tersebut bertujuan untuk menangkap pasar farmasi domestik yang tumbuh pesat sejak bergulirnya program Jaminan Kesehatan Nasional.

“Dalam beberapa tahun ke depan, kami memperkirakan pertumbuhan pasar farmasi di Indonesia mencapai dua digit per tahun,” ujarnya.

Kebutuhan obat dari program Jaminan Kesehatan Nasional terus meningkat signifikan setiap tahun. Sebagai gambaran, pada 2016 lalu volume permintaan obat program JKN mencapai 5,03 miliar unit. Pada tahun ini, angka itu naik 72% menjadi 8,7 miliar unit.

Permintaan terhadap produk ampul pada program JKN tahun ini mencapai 142,9 juta unit. Permintaan tersebut naik 49% dibandingkan dengan 2016 sebanyak 95,3 juta unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ethica

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top