Pemerintah Prioritaskan Pengembangan Petrokimia

Pemerintah berupaya mengakselerasi pengembangan industri petrokimia di dalam negeri.
N. Nuriman Jayabuana | 20 November 2017 17:52 WIB
Pabrik Chandra Asri Cilegon - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah berupaya mengakselerasi pengembangan industri petrokimia di dalam negeri.

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam menyatakan terdapat dua pabrikan petrokimia yang tengah melakukan ekspansi.

Dua perusahaan itu adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. dan Lotte Chemical Titan. Keduanya tengah mempersiapkan pembangunan pabrik naphtha cracker di Cilegon.

“Nah cuma memang kita kan tidak mau hanya bertumpu terhadap rencana kedua perusahaan itu saja. Makanya pemerintah mendorong agar lebih banyak lagi investasi yang masuk ke sektor petrokimia,” ujar Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam kepada Bisnis, Senin (20/11/2017)

Menurutnya, pabrikan asing yang berniat menanamkan modal di Indonesia menghendaki pengembangan industri petrokimia berbasis gas karena pabrik petrokimia berbasis naphta rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia yang berdampak terhadap penurunan margin.

“Dan yang perlu dicatat, industri yang beroperasi di Cilegon masih berbasis naphta. Salah satu yang ingin kita dorong adalah yang berbasis gas karena ke depan tidak bisa lagi bergantung terhadap minyak,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah akan memberikan kemudahan perizinan dan insentif fiskal untuk rencana ekspansi tersebut. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyarankan agar pembangunan fasilitas produksi tersebut berlokasi di kawasan industri yang telah beroperasi. “Sebaiknya investasi dilakukan di kawasan industri karena semua perizinan, rantai pasok, dan infrastruktur penunjang sudah disiapkan di sana,” ujarnya.

Pemerintah menjamin fasilitas insentif fiskal tax allowance dan tax holiday kepada investor yang membangun industri petrokimia di Indonesia. Selain itu, sektor industri petrokmia tengah diusulkan untuk memperoleh harga gas yang lebih rendah guna meningkatkan daya saing. Komponen biaya terbesar di dalam proses produksi pabrikan petrokimia merupakan biaya penggunaan gas.

Kemenperin menetapkan sektor industri petrokimia sebagai salah satu industri prioritas karena keberadaan industri tersebut sangat penting sebagai penyuplai bahan baku berbagai manufaktur hilir seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetika, dan farmasi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
petrokimia

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top