Kemenperin Dorong Santri Jadi Pebisnis

Kementerian Perindustrian mendorong pondok pesantren untuk menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah melalui program Santripreneur.
Annisa Sulistyo Rini | 16 November 2017 17:53 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan bantuan kepada pengasuh pondok pesantren Lirboyo Kediri KH M Anwar Manshur. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian mendorong pondok pesantren untuk menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah melalui program Santripreneur. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut bertujuan mengoptimalkan penyediaan lapangan kerja di daerah atau desa sekaligus mengurangi tingkat pengangguran dan mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri pondok pesantren.

“Kami terus memfasilitasi melalui pemberian alat dan mesin untuk bekal para santi belajar kemandirian sebelum terjun ke masyarakat," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (16/11/2017).

Didampingi Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, pada Rabu (15/11/2017), Airlangga menyerahkan mesin daur ulang sampah, ‎mesin penjernih air, dan sarung sebanyak 8.500 lembar untuk santri Ponpes Lirboyo, Kediri.

Kemenperin menjalankan dua model untuk program Santripreneur. Pertama, Santri Berindustri yang fokus pada pengembangan unit industri yang telah ada dan sumber daya manusia di lingkungan pondok pesantren yang terdiri dari santri dan alumni santri.

Kedua, Santri Berkreasi yang memberikan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa pondok pesantren untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini. 

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih menuturkan program pilot project Santripreneur yang telah berjalan, misalnya di Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam pelaksanaan bimbingan teknis pengolahan ikan dan pembuatan alas kaki. Selain itu, pembuatan lampu LED dan revitalisasi industri garam.

“Dalam kurun waktu 2013—2015, Direktorat Jenderal IKM telah membina beberapa pondok pesantren dengan pelatihan tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi unit industri yang ada di pondok pesantren,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Agama, pada 2014, pondok pesantren yang ada di Indonesia sebanyak 27.290 lembaga dengan jumlah santri mencapai 3,65 juta orang. “Ini menjadi potensi bagi penumbuhan wirausaha baru dan sektor IKM di Tanah Air," ujar Gati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wirausaha

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top