Ini Rencana Patra Jasa Hingga Lima Tahun Mendatang

Badan Usaha Milik Negara memacu kontribusi lini bisnis properti sebagai salah satu komponen utama penunjang kinerja pendapatan hingga lima tahun mendatang.
Anitana Widya Puspa | 16 November 2017 21:02 WIB
Presiden Joko Widodo disambut jajaran manajemen Patra Jasa Resort & Villas dan Bupati Badung - Bisnis

Bisnis.com,JAKARTA—Badan Usaha Milik Negara memacu kontribusi lini bisnis properti sebagai salah satu komponen utama penunjang kinerja pendapatan hingga lima tahun mendatang.

‎Rizki Hasan Director Of Finance And Human Resources ‎PT Patra Jasa mengungkapkan sesuai rencana jangka panjang hingga 2021 mendatang berfokus mengembangkan lini bisnis properti residensial dan komersial setelah selama ini lebih banyak mengelola bisnis perhotelan dan jasa. Anak usaha PT Pertamina itu telah memperoleh suntikan dari induk usaha senilai Rp1,4 triliun untuk mendukung akselerasi proses transformasi serta ekspansi ke depan.

Keunggulan Patra Jasa dalam mengelola enam bisnis perhotelan sebelumnya serta dukungan ketersediaan lahan internal lebih dari 150 ha, menjadi pendorong optimisme perusahaan melebarkan bisnis properti. Dengan demikian kontribusi lini bisnis properti yang saat ini baru berkisar 25% terhadap pendapatan perusahaan, diperkirakan akan melesat hingga 40%--50% ke depan.

“Sejak 2016 kami telah mulai melakukan pembenahan internal, manajemen baru, penataan ulang bisnis model, rebranding dan sebagainya. Tentunya ke depannya kami harus meningkatkan daya saing melakukan ekspansi organik dan anorganik, serta optimalisasi kinerja keuangan,”katanay kepada Bisnis melalui sambungan telepon Kamis (16/11).

Tahun ini perusahaan tengah memproses pembangunan dan penjualan apartemen di Bekasi dan Jogja yang baru diakuisis dari PT Wika Realty. egitupun dengan pembangunan hotel di Cilegon. Tahun depan, perusahaan masih menyiapkan proyek perkantoran serta pembangunan hotel baru.

Tahun depan yang dikatakan sebagai pemanasan politik sebut dia hanya akan berdampak pada pengembang besar yang memasang target secara moderat. Sementara itu Patara Jasa yang dalam fase pengembangan justru mungkin bisa melakukan peningkatan yang lebih besar.

“Saat ini pendapatan dari tiga bisnis termasuk properti mencapai Rp800 miliar dengan dominasi dari penghasilan jasa. Akan tetapi impak peningkatan nanti baru lebih terasa di 2018,”imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
patra jasa

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top