Dengan Dana Bergulir, Omset Bengkel Tukiman Lampaui Pekerja Kantoran

Bisnis.com, PANGKALAN KERINCI -- Keterbatasan fisik tidak membuat Tukiman menyerah. Dengan keahlian mekanik motor, dia memberanikan diri membuka bengkel sepeda motor di Desa Gabung Makmur, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau.
MediaDigital | 18 Oktober 2017 08:52 WIB

Bisnis.com, PANGKALAN KERINCI -- Keterbatasan fisik tidak membuat Tukiman menyerah. Dengan keahlian mekanik motor, dia memberanikan diri membuka bengkel sepeda motor di Desa Gabung Makmur, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau.

Pria asal Banyuwangi ini memilih merantau ke Riau karena melihat keberhasilan saudaranya yang ikut program transmigrasi. Tukiman membuka bengkel sejak tiba di Kerinci Kanan sekitar 20 tahun lalu, dimana saat itu pengguna sepeda motor belum banyak. Tetapi sejak berkembangnya perkebunan kelapa sawit di Bumi Lancang Kuning, pengguna motor kian meningkat karena dibutuhkan untuk transportasi tandan buah segar dari kebun ke pengepul.

"Sejak sawit berkembang saya mulai melayani servis motor, mulai dari yang ringan seperti ganti oli sampai berat atau bongkar mesin," kata pria 61 tahun itu.

Kini, Tukiman mampu mengantungi omzet hingga Rp1 juta per hari. Dengan perkiraan 4-5 orang pelanggan per hari dan minimal biaya bengkel Rp200.000 per pelanggan, dia meraup omset Rp30 juta per bulan.

Kegigihan Tukiman dalam menjalankan usaha bengkelnya ternyata dilirik oleh departemen Community Development (CD) atau Pengembangan Masyarakat PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Sejak 2015, Tukiman mendapatkan bantuan untuk usaha bengkelnya berupa dana bergulir berbentuk pinjaman tanpa bunga sebesar Rp5 juta dengan tenor 10 bulan - 1 tahun, dengan angsuran pembayaran Rp500.000 per bulan.

Dengan dana tersebut, Tukiman mampu menambah barang-barang kebutuhan bengkel, seperti suku cadang motor yang memang harganya cukup tinggi.  Bila sebelumnya bengkel dengan nama ‘Man Service’ ini kerap kekurangan suku cadang, kini tidak lagi, bahkan mampu menyimpan stok untuk kebutuhan mendadak atau memenuhi permintaan dari bengkel lain.

"Total dana yang sudah saya dapatkan sejak 2015 sampai sekarang itu Rp15 juta, dan memang pengembaliannya bersifat kekeluargaan, asal jelas," katanya.

Kekeluargaan yang dimaksud Tukiman yaitu bila di akhir bulan, jika angsuran dana pinjaman senilai Rp500.000 belum mampu dibayar, pembayaran masih dapat ditangguhkan ke bulan berikutnya tanpa denda, asal memberi alasan jelas kepada petugas RAPP sebagai penanggung jawab program.

SMEs Offline Coordinator Area RAPP Raden Ade Pramono mengatakan, Tukiman mendapatkan bantuan dana bergulir karena kegigihan dan kedisiplinannya dalan menjalankan usaha bengkel.

"Sebelum menyalurkan dana, kami lakukan penilaian dahulu, apa betul penerima bantuan nanti bisa memanfaatkan dana itu sebaik mungkin untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraannya," katanya.

Selain Tukiman, saat ini ada total 73 unit usaha yang diberikan bantuan dana bergulir RAPP yang tersebar di lima kabupaten yaitu Pelalawan, Siak, Meranti, Kuansing, dan Kampar. Sebanyak 32 unit usaha diantara penerima bantuan adalah usaha bengkel.

Selain Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), tahun depan RAPP berencana akan membantu mahasiswa yang memiliki usaha rintisan. Secara teknis, perusahaan akan menggandeng universitas untuk melakukan seleksi kepada mahasiswa yang bakal menjadi penerima dana bantuan.

Tag : rapp
Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top