Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Komoditas Membaik, Neraca Perdagangan Diprediksi Surplus

Neraca perdagangan diproyeksikan surplus di atas US$1,2 miliar, di mana kenaikan ekspor didorong perbaikan harga komoditas dan impor mengalami normalisasi.
Aktivitas bongkar muat di terminal petikemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (17/4)./JIBI-Paulus Tandi Bone
Aktivitas bongkar muat di terminal petikemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (17/4)./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Neraca perdagangan diproyeksikan surplus di atas US$1,2 miliar, di mana kenaikan ekspor didorong perbaikan harga komoditas dan impor mengalami normalisasi.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan tren surplus tersebut sebagai lanjutan dari tren pada bulan sebelumnya di mana terjadi kenaikan ekspor baik migas maupun non migas.

“Kenaikan ekspor didorong oleh perbaikan harga komoditas batu bara dan sawit yang menunjukkan rally,” kata Bhima kepada Bisnis.com, Kamis (12/10).

Dari sisi impor, Bhima mengatakan seperti Agustus, September tampaknya mengalami normalisasi khususnya pada bahan baku dan barang modal setelah mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada Juli 2017.

Menurutnya, yang perlu dicermati pada September adalah adanya potensi kenaikan impor barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan natal dan tahun baru.

“Sementara itu, untuk impor bahan baku dan barang modal diprediksi akan tertekan akibat depresiasi nilai tukar rupiah sehingga pelaku industri ada kecendrungan menahan impor bahan baku.”

Lebih lanjut, untuk impor bahan baku dan barang modal, diprediksi akan tertekan akibat depresiasi nilai tukar rupiah akan berlangsung hingga akhir tahun. “Iya kelihatannya sampai akhir tahun menunggu rupiah stabil dan permintaan masyarakat kembali naik,” katanya.

Oleh sebab itu, diharapkan agar Pemerintah, dalam hal ini adalah Bank Indonesia, untuk menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah mengingat hal itu akan berdampak terhadap mahalnya bahan baku di mana lebih dari 60% bahan baku industri diperoleh dari impor. “Idealnya rupiah sampai akhir tahun stabil di level 13.300-13.400,” katanya.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper