Garuda Dukung Peningkatan Sistem Manajemen Risiko Keletihan Kerja

Garuda Indonesia mendukung peningkatan sistem manajemen risiko keletihan guna meminimalkan kesalahan atau human error di ruang lingkup operasional penerbangan.
Ringkang Gumiwang | 15 Agustus 2017 17:35 WIB
Aktivitas ground handling pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Maskapai dengan pelayanan penuh, Garuda Indonesia mendukung peningkatan sistem manajemen risiko keletihan guna meminimalkan kesalahan atau human error di ruang lingkup operasional penerbangan.

Untuk mendukung hal itu, Garuda bersama Asosiasi Pilot Garuda menggelar forum diskusi yang diikuti perwakilan dari asosiasi pilot di Indonesia, dan perwakilan pilot dunia dari The International Federation of Airlines Pilots Associations (IFALPA).

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Pahala N. Mansury mengatakan forum diskusi tersebut merupakan bagian dari komitmen maskapai dalam pengelolaan produktivitas kerja awak pesawat.

“Hal ini sejalan dengan upaya maskapai untuk terus meningkatkan level of safety, di mana pengelolaan produktivitas kerja awak pesawat diselaraskan dengan metode antisipatif risiko keletihan kerja,” katanya pada Selasa (15/8/2017).

Pahala menjelaskan Garuda menyadari human erros dapat dipicu oleh faktor keletihan kerja. Oleh karena itu, perlu ada pemahaman yang komprehensif dalam pengelolaan trafik jam kerja agar produktivitas kerja tetap efisien dan aman.

Senada, Direktur Operasi Garuda Indonesia Triyanto Moeharsono menilai pendekatan sistem manajemen risiko keletihan sangat penting dalam meningkatkan standar kualitas keselamatan layanan penerbangan.

“Kami harap dengan adanya forum diskusi ini dapat menjadi sarana untuk bertukar ide dan pemikiran untuk semakin memperluas pemahaman dan wawasan seluruh stakeholder industri penerbangan nasional,” tuturnya.

Triyanto menuturkan tindakan preventif terhadap segala kemungkinan perlu dilakukan secara dini, mulai dari regulator, maskapai hingga otoritas lainnya. Apalagi, industri penerbangan juga merupakan industri yang high regulated.

Oleh karena itu, kebijakan atau regulasi yang mendukung upaya pengelolaan manajemen safety yang baik, khususnya melalui pendekatan sistem manajemen risiko keletihan awak pesawat menjadi sangat diperlukan.

Selain membahas sistem manajemen risiko keletihan, forum diskusi juga membahas aspek keselamatan landas pacu. Rencananya, forum diskusi tersebut akan dilaksanakan pada 15-16 Agustus 2017.

Acara tersebut juga bakal menghadirkan sejumlah pembicara internasional dari perwakilan IFALPA dan The Air Line Pilots Association (ALPA) dari Singapura, Australia, Thailand, dan Bangladesh.

Tag : garuda indonesia, penerbangan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top