Kawasan Ekonomi Khusus Makin Pikat Investor

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan banyak investor yang menyatakan minatnya untuk berinvestasi di beberapa KEK yang sudah ada
Amanda Kusumawardhani | 04 Juli 2017 22:15 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA— Keberadaan kawasan ekonomi khusus (KEK) di sejumlah destinasi prioritas pariwisata diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan banyak investor yang menyatakan minatnya untuk berinvestasi di beberapa KEK yang sudah ada.

“Sudah ada beberapa investor yang menyatakan minatnya untuk membangun hotel di Danau Toba. Bahkan, dengan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus di Belitung yakni Tanjung Kelayang, investor ingin membuat areal perhotelan layaknya di Nusa Dua di Bali,” tuturnya.

Selain itu, dia mengungkapkan investor juga berminat untuk berinvestasi di Pulau Morotai, terutama untuk membangun akomodasi berupa hotel dan restoran. Sayangnya, rencana itu masih terkendala dengan belum memadainya fasilitas bandara yang saat ini belum mampu didarati oleh pesawat berukuran besar.

Seperti diketahui, tak seperti daerah lainnya, KEK menawarkan sejumlah kemudahan bagi investor mulai dari insentif fiskal, jaminan investasi, kepastian hukum, pelayanan satu atap, hingga pembangunan infrastruktur.

“Dari 10 destinasi prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah, ada empat destinasi yang memiliki KEk yakni Mandalika, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang. Minat investor untuk menanamkan modalnya di kawasan dengan integrasi semacam ini sangat besar,” kata Hiramsyah S. Thaib, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata, kepada Bisnis, Selasa (4/7)/2017.

Dia merinci, baru-baru ini sudah ada lima investor yang menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi dalam pembangunan hotel di KEK Mandalika, dan pembangunan sirkuit moto GP di lokasi resort yang juga berlokasi di Mandalika. Di KEK Morotai, bahkan investor sudah mulai menggelontorkan dananya untuk merealisasikan rencana pembangunan taman rekreasi di KEK Morotai.

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan KEK Tanjung Lesung di Banten juga terus digenjot. Pembangunan jalan tol Serang-Panimbang ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

“Investor yang berminat untuk mebangun sejumlah sarana prasarana di KEK ini kebanyakan berasal dari Asia yakni China, Singapura, lalu ada Amerika Serikat, Eropa, serta Timur Tengah,” tuturnya.

Menurutnya, pengaruh publikasi besar-besaran atas kunjungan beberapa tamu negara mulai dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saudi, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, dan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barrack Obama juga diyakini semakin membuat minat investor untuk membangun di sektor pariwisata semakin terlecut.

Ke depan, pemerintah mengharapkan transformasi badan otoritas yang sudah terbentuk di beberapa destinasi prioritas dapat mengarah ke pembentukan KEK. Adapun, saat ini sudah terbentuk Badan Otorita Danau Toba dan Borobudur.

“Nantinya, akan menyusul pembentukan badan otoritas di destinasi lainnya. Diharapkan, dalam waktu tiga tahun ke depan, akan ada KEK lainnya,” ucapnya.

Pada tahun depan, Indonesia juga akan menggelar beberapa agenda internasional yakni Asian Games dan Annual Meeting IMF and World Bank sehingga dia berharap promosi pariwisata di Indonesia bakal memacu minat investor luar negeri.

Tag : KEK Mandalika
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top