KEBIJAKAN BREXIT: Inggris Pertahankan Ekspor Bebas Tarif Buat 48 Negara Berkembang

Inggris mengatakan akan mempertahankan akses bebas bea ke pasarnya setelah meninggalkan Uni Eropa (Brexit) untuk barang dari hampir 50 negara berkembang
Linda Teti Silitonga | 25 Juni 2017 09:16 WIB
Brexit. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA- Inggris mengatakan akan mempertahankan akses bebas bea ke pasarnya setelah meninggalkan Uni Eropa (Brexit) untuk barang dari hampir 50 negara berkembang.

Negara berkembang yang masuk dalam putusan tersebut antara lain Bangladesh, Sierra Leone, dan Haiti.

Pemerintah Inggris mengatakan bahwa sekitar 48 negara akan terus mendapatkan keuntungan dari ekspor bebas tarif pada semua barang, selain senjata dan amunisi, ke Inggris setelah negara tersebut meninggalkan Uni Eropa (UE) pada 2019.

Namun demikian, Inggris akan mengeksplorasi opsi untuk memperluas hubungan perdagangan lebih lanjut.

"(Keluarnya) kami dari UE adalah kesempatan untuk meningkatkan komitmen kami ke seluruh dunia, tidak melangkah jauh dari mereka," kata Sekretaris Perdagangan Internasional Liam Fox seperti dikutip Reuters, Minggu (25/6/2017).

Dikemukakan komitmen tersebut menunjukkan komitmen Inggris untuk membantu negara-negara berkembang menumbuhkan kondisi perekonomian dan mengurangi kemiskinan melalui perdagangan.

Seperti diketahui, Inggris memulai perundingannya untuk meninggalkan Uni Eropa awal pekan ini, dan menyatakan persetujuannya untuk segera menangani prioritas UE, sebelum membahas kesepakatan perdagangan di masa depan dengan blok tersebut.

Menurut pemerintah, sekitar 20 miliar pound sterling per tahun barang dikirim ke Inggris dari negara-negara berkembang.

Jenis produk yang dikirim ke Inggris dari negara berkembang setengahnya adalah pakaian. Sebesar 25%-nya kopi. Lainnya coklat, pisang dan mawar.

 

Tag : Brexit
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top