ATURAN Baru LELANG GULA RAFINASI, PT Pasar Komoditas Jakarta Mulai Lakukan Sosialisasi

Usaha Kecil Menengah (UKM) daerah menyambut positif skema lelang gula kristal rafinasi (GKR) yang diharapkan mampu memudahkan akses bahan baku serta terjaminnya ketersediaan pasokan bagi usaha skala kecil.
| 21 Juni 2017 13:52 WIB
Gula rafinasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Usaha Kecil Menengah (UKM) daerah menyambut positif skema lelang gula kristal rafinasi (GKR) yang diharapkan mampu memudahkan akses bahan baku serta terjaminnya ketersediaan pasokan bagi usaha skala kecil.

Dalam acara Sosialisasi Program Lelang Gula Kristal Rafinasi yang merupakan kerja sama antara PT Pasar Komoditas Jakarta (PKJ), Dinas Koperasi dan UKM Banten, Kementerian Koperasi dan Kementerian Perdagangan tersebut dihadiri oleh kurang lebih sebanyak 70 pelaku UKM.

"Sosialisasi dihadiri koperasi, asosiasi dan pelaku UKM khusus makanan minuman. Sistem lelang memberi harapan jaminan pasokan dan harga yang wajar," kata perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, Arif Rahman seperti dikutip Antara, Rabu (21/6/2017).

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa PT Pasar Komoditas Jakarta (PKJ) sebagai penyelenggara pasar lelang GKR melalui Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 684/M-DAG/KEP/5/2017 tentang Penetapan Penyelenggara Pasar Lelang Gula Kristal Rafinasi (GKR).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No.16/M-DAG/PER/3/2017, penyelenggaraan pasar lelang GKR dilaksanakan 90 hari kerja sejak diundangkan pada 17 Maret 2017.

Dengan adanya skema lelang tersebut, diharapkan mampu menjamin adanya pasokan bagi pelaku usaha skala kecil dengan harga yang wajar. Selama ini, pelaku UKM masih kesulitan untuk mendapatkan bahan baku dari pabrik sehingga harus mamasok kebutuhan dari pasar konsumen.

"Pada umumnya UKM terkendala prosedur untuk mendapatkan gula dari pabrik. Akhirnya membeli di pasar dan harganya jadi mahal," kata Arif.

Selain itu, diharapkan juga ada akses permodalan atau skema yang melibatkan koperasi. Koperasi-koperasi tersebut diharapkan bisa melakukan pembayaran tunda kepada pabrik setelah bahan baku yang diterima tersebut diserap oleh anggota koperasi.

"UKM pada umumnya terkendala permodalan. Belum lagi kan harus ada tanda dasar industri dari dinas di kabupaten kota," ucapnya.

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Gerindra Abdul Wachid menilai keberadaan bursa gula kristal rafinasi (GKR) yang dikelola PT Pasar Komoditas Jakarta merupakan terobosan positif dari Kementerian Perdagangan, dimana akan membuat perdagangan gula rafinasi lebih transparan.

"Kita bisa tahu berapa juta ton gula rafinasi yang dijual ke pasar, diedarkan kemana dan oleh siapa," ujarnya.

Sosialisasi Lelang Gula Rafinasi dilaksanakan pada 23 Mei 2017 hingga Juli 2017, yang dilakukan di berbagai daerah seperti Medan, Lampung, Banten, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. Rencananya, transaksi melalui bursa efektif mulai 10 Juli 2017.

 

Tag : gula rafinasi
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top