Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi RI Membaik, Minat Investor Global Diklaim Naik

Minat investor global menempatkan dana di berbagai sektor strategis di Indonesia diklaim terus meningkat seiring dengan perbaikan perekonomian nasional.
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 14 Juni 2017  |  18:08 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan fly over di kawasan Pancoran, Jakarta, Selasa (6/6). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja menyelesaikan pembangunan fly over di kawasan Pancoran, Jakarta, Selasa (6/6). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Minat investor global menempatkan dana di berbagai sektor strategis di Indonesia diklaim terus meningkat seiring dengan perbaikan perekonomian nasional.

Apalagi, Indonesia telah diganjar peringkat layak investasi (investment grade) versi Standard & Poor’s dan terus mendorong percepatan berbagai proyek strategis.

Wahyu Utomo, Kepala Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), mengatakan Indonesia tengah menyiapkan 245 proyek strategis dengan kajian yang lebih detail sebagai modal untuk ditawarkan kepada investor. Kajian tersebut dibuat agar investor tertarik berinvestasi, terutama bidang infrastruktur.

“Kami masih menyiapkan proyek-proyek tersebut agar kajiannya lebih detail dan clear mulai dari risiko-risiko apa yang akan dihadapi investor, menjualnya dengan baik, berapa lama investor mendapatkan pengembalian dana yang telah dikeluarkan dan kembali (modal),” kata Wahyu, dalam keterangan pers, Rabu (14/6/2017).

Selain itu, pemerintah telah memberikan berbagai insentif untuk menarik minat investor global. “Kajian proyek strategis yang lebih mendalam akan mendorong investasi di berbagai sektor untuk mempercepat pembangunan infrastruktur,” jelas Wahyu.

Proyek strategis yang sudah matang juga akan ditawarkan dalam Indonesia Investment Week di Singapura pada 13—15 Juli 2017.

Menurut Wahyu, pemerintah menyiapkan akses yang baik mulai dari pelabuhan, bandara hingga jalan tol agar investor lebih percaya. Akses terintegrasi itu diharapkan dapat menjadi tawaran menarik bagi investor saat pekan investasi tersebut.

Meski masih dalam kajian lanjutan, investor merespons positif berbagai rencana pemerintah tersebut. Perkembangan infrastruktur yang agresif turut mendorong minat investor domestik maupun global mengembangkan berbagai kawasan baru dalam bentuk kota industri.

Dari dalam negeri, beberapa investor seperti Sinar Mas Group, Lippo Group, Ciputra Group telah menyatakan minatnya mengembangkan berbagai kawasan baru. Dari investor global, terdapat CFLD Indonesia, bagian dari CFLD International yang menunjukan minat dan komitmen jangka panjang mengembangkan kota industri baru di Indonesia.

CFLD International merupakan perusahaan global berbasis di Singapura yang fokus mengembangkan kota industri dengan menggandeng berbagai mitra strategis global dan lokal. Ada pula Japan International Corporation Agency (JICA) dan Tasweek Real Estate Development dari Uni Emirat Arab.

“Presiden Joko Widodo saat ke China, Eropa dan negara lain pun selalu menawarkan semua negara melakukan investasi di Indonesia, pemerintah terbuka bagi negara siapa saja yang tertarik,” ucap Wahyu.

Menurut Wahyu, proyek-proyek infrastruktur yang terintegrasi dan memadai seperti kota industri dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah yang diharapkan menciptakan lapangan kerja dan menekan ketimpangan ekonomi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks standard & poor's 500 investment grade investor global
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top