Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BELANJA BARANG : Menteri Basoeki Targetkan Penghematan Rp784 Miliar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana melakukan penghematan belanja barang senilai Rp784 miliar dalam APBN Perubahan 2017.
Ilustrasi: Pekerja mengoperasikan alat berat untuk menyelesaikan pengaspalan jalan penghubung jembatan Kalipah di Jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (23/6/2016)./Antara-Oky Lukmansyah
Ilustrasi: Pekerja mengoperasikan alat berat untuk menyelesaikan pengaspalan jalan penghubung jembatan Kalipah di Jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (23/6/2016)./Antara-Oky Lukmansyah

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana melakukan penghematan belanja barang senilai Rp784 miliar dalam APBN Perubahan 2017.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menyatakan, pihaknya mendapatkan arahan untuk menghemat belanja barang.

Dia pun memastikan penghematan anggaran yang diarahkan oleh Kementerian Keuangan tidak akan menyentuh belanja modal kementerian sebagaimana yang terjadi pada tahun lalu.

“Kalau APBNP 2017 itu tidak menyentuh belanja modal, di situ belanja barang, jadi honor perjalanan dinas, rapat, seminar. Yang disentuh hanya belanja barang untuk bisa diefisienkan masuk ke belanja modal,” ujarnya, Kamis (8/6).

Di lain sisi, dia menyatakan, kementerian bakal mengajukan penambahan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk melakukan proyek-proyek penugasan yang dijalankan oleh PUPR.

Beberapa di antaranya adalah persiapan acara pertemuan tahunan Bank Dunia, dan juga kebutuhan untuk membangun jalan pendukung sarana olahraga Jakabaring Palembang untuk Asian Games 2018.

Dalam Tahun Anggaran 2017, belanja barang Kementerian PUPR mencakup 22% dari total anggaran sebesar Rp103,55 triiun atau senilai Rp22,79 triliun.

Belanja barang tersebut terbagi untuk belanja operasional sebesar Rp1,55 triliun dan nonoperasional sebesar Rp21,23 triliun.

Sementara itu, belanja pegawai mencapai Rp2,74 triliun dan belanja modal sebesar Rp77,99 triliun.

Belanja modal itu terbagi untuk keperluan penyediaan tanah senilai Rp2,31 triliun; konstruksi, peralatan dan mesin sebesar Rp75,20 triliun; serta perencanaan dan pengawasan senilai Rp366,4 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Deandra Syarizka
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper