Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penerimaan Bea Masuk Pangkal Balam Capai 87%

Direktorat Jenderal Bea & Cukai Pangkal Balam Kota Pangkalpinang hingga April 2017 sudah mencatatkan realisasi bea masuk sebesar 78% atau senilai Rp1,12 miliar dari target Rp1,14 miliar.
Syafri Ario
Syafri Ario - Bisnis.com 09 Mei 2017  |  14:34 WIB
Bea Cukai - Ilustrasi
Bea Cukai - Ilustrasi

Bisnis.com, PANGKALPINANG — Direktorat Jenderal Bea & Cukai Pangkal Balam Kota Pangkalpinang hingga April 2017 sudah mencatatkan realisasi bea masuk sebesar 78% atau senilai Rp1,12 miliar dari target Rp1,14 miliar.

"Sebesar 78% adalah realisasi penerimaan dari Januari—April dari target Januari—April," kata Rully, Humas Direktorat Jenderal Bea & Cukai Pangkal Balam Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (9/5/2017).

Bea masuk tersebut berasal dari komoditas impor hingga April 2017 yaitu antrasit, pupuk, spare part smelter timah, pabrik CPO, aspal, high speed diesel (solar) dan pirit. Nilai pabean barang atau cost insurance freight mencapai US$18,8 juta.

Sementara untuk bea keluar dari Januari—April 2017 ditargetkan Rp150,31 juta dan cukai sebesar Rp144,95 juta. "Penerimaan kami meliputi bea masuk, bea keluar, dan cukai. Untuk bea keluar dan cukai sampai dengan April belum ada penerimaan," ujarnya.

Komoditas ekspor sampai dengan April 2017 yang ditargetkan melalui Bea Cukai Pelabuhan Pangkal Balam adalah ikan, lada, karet, timah, dan crude oil dengan jumlah Free On Board (FOB) senilai US$498 juta.

"Komoditas tersebut tidak terkena bea keluar, tidak ada penerimaan karena bisa juga komoditas ekspor Bangka dari Januari—April 2017 belum ada yang terkena bea keluar. Kalau tahun kemarin ada yang terkena bea keluar yaitu kernel (cangkang) kelapa sawit," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bea Cukai babel
Editor : Surya Mahendra Saputra
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top