Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Rawan Pangan Teratasi 2020, Ini Tanggapan Kementan

Kementerian Pertanian membantah prediksi bahwa produksi beras Indonesia akan memenuhi total kebutuhan beras masyarakat Indonesia pada 2020.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 31 Maret 2017  |  20:15 WIB
Soal Rawan Pangan Teratasi 2020, Ini Tanggapan Kementan
Ilustrasi: Pedagang merapikan beras dagangannya di Pasar Raya, Salatiga, Jawa Tengah - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian membantah prediksi bahwa produksi beras Indonesia akan memenuhi total kebutuhan beras masyarakat Indonesia pada 2020.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik,Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menegaskan pernyataan Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo bahwa prediksi produksi beras Indonesia akan memenuhi total kebutuhan beras masyarakat Indonesia pada 2020 adalah salah hitung.

“Kalau asumsi yang dihitung Saudara Dody Budi Waluyo bahwa pada tahun 2020 penduduk Indonesia sebesar 270 juta jiwa dan kebutuhan berasnya mencapai 55 juta ton, maka konsumsi beras per kapita per tahun sebesar 203 kg per kapita per tahun. Ini jelas tidak sesuai dengan hasil survei terkini bahwa konsumsi beras per kapita per tahun Indonesia adalah 113 kg per kapita per tahun,” tegas Agung melalui pernyataan resminya, diterima Jumat (31/3/2017) petang.

Hal itu disampaikan terkait berita berjudul Rawan Pangan Teratasi 2020, seperti dikutip Bisnis.com, Jumat (31/3) pukul 08:39 WIB. 

Faktanya, lanjut Agung, "pada akhir 2016 produksi padi kita sudah mencapai 79,14 juta ton gabah kering panen atau setara dengan 46 juta ton beras. Kalau Penduduk Indonesia saat ini 255 juta orang dengan konsumsi perkapita 113 kg/kapita/tahun ditambah kebutuhan lain lain, maka kebutuhan beras kita saat ini sebesar 33 juta ton."

"Jadi kita saat ini sudah surplus. Kebijakan pembangunan pertanian yang saat ini sedang bergulir juga diarahkan untuk menjamin kesinambungan surplus beras tersebut,” kata Agung.

Oleh karena itu, Agung menilai Bank Indonesia (BI) salah hitung terkait pasokan beras baru bisa terpenuhi di tahun 2020. Ia menyarankan agar BI menggunakan referensi resmi data BPS agar tidak menimbulkan keresahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi beras rawan pangan
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top