Astindo Segera Bangun Platform Digital

Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) menargetkan mampu memfasilitasi anggotanya dengan platform online setidaknya hingga 200-300 agen perjalanan pada akhir tahun ini.
Amanda Kusumawardhani | 29 Maret 2017 11:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) menargetkan mampu memfasilitasi anggotanya dengan platform online setidaknya hingga 200-300 agen perjalanan pada akhir tahun ini.

Sampai saat ini, Astindo mengakui hanya agen perjalanan besar yang memiliki platform digital. Padahal, sejak penetrasi internet di Indonesia, tren konsumsi di sektor pariwisata sudah jauh berubah mulai dari proses pemesanan paket tur, pencarian tujuan perjalanan, dan massifnya implementasi cashless society.

“Itu akan menjadi portal online bagi seluruh anggota Astindo. Kami baru membangun sistemnya bulan lalu sehingga ini masih membutuhkan waktu dalam menyempurnakan sistemnya,” ucap Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) Rudiana di Jakarta, Rabu (29/3).

Menurutnya, platform digital tersebut memungkinkan anggota yang berada di bawah Astindo untuk bersaing secara sehat dengan online travel agent yang sudah ada di Indonesia. Melalui kerja sama dengan Alexia.

Melalui kerjasama itu, ASTINDO tengah membangun suatu sistem digital yang dapat mengakomodir semua proses bisnis yang biasa dilakukan oleh agen perjalanan konvensional maupun online.

“Kami menyadari dalam membangun platform digital membutuhkan investasi cukup mahal dan itu tidak bisa dilakukan oleh anggota kami yang masih berada pada skala bisnis kecil,” tekannya.

Kendati demikian, Rudiana cukup optimistis pola kerja agen perjalanan konvensional masih bisa bertahan di tengah gempuran agen perjalanan online karena tipikal masyarakat Indonesia yang masih suka dilayani oleh manusia.

Secara terpisah, Royanto Handaya, Chief Executive Officer PT Panorama Tours Indonesia, meyakini lonjakan wisatawan out bound yang menggunakan agen perjalanan di Indonesia akan meningkat.

Hal ini mengingat tren wisatawan kali ini lebih mengutamakan kenyamanan, leisure, dan pengalaman dibandingkan harga ekonomis yang ditawarkan.

Tidak hanya itu, dia mengungkapkan cukup banyak alasan yang dapat membuat para wisatawan kembali menggunakan agen perjalanan karena lebih menghemat waktu dan biaya yang dikeluarkan bersanding dengan jasa yang ditawarkan.

“Kebanyakan agen perjalanan juga dipandu oleh para profesional yang dapat membantu wisatawan dalam memberikan saran dan keputusan terbaik untuk liburan impian mereka. Bahkan membantu menyelesaikan masalah wisatawan saat berlibur,” tuturnya.

Dalam hal ini, PTI berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan level keahlian sumber daya manusia (SDM) guna meningkatkan kenyamanan para klien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
astindo

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top