Tinjau Bendungan Sei Gong, Jokowi Berpesan Pengelolaannya Jangan Rebutan

Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau perkembangan proyek pembangunan bendungan Sei Gong di Kota Batam, Provinsi Riau, hari ini, Kamis (23/3).
Muhammad Abdi Amna | 23 Maret 2017 14:28 WIB
Presiden Joko Widodo tengah meninjau di lokasi pembangunan bendung Sei Gong, Batam, Kamis (23 - 3). (foto: istimewa)

Bisnis.com, BATAM - Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau perkembangan proyek pembangunan bendungan Sei Gong di Kota Batam, Provinsi Riau, hari ini, Kamis (23/3).

Bendungan dengan kapasitas debit andalan sebesar 400 liter per detik dengan luas genangan sekitar 355 hektare dan volume tampung 11,8 juta meter kubik ini telah dibangun sejak 2015 dan ditargetkan selesai pada Desember 2018 dengan nilai investasi Rp238 miliar.

"Pada hari ini progresnya sudah 35%. Saya minta dipercepat hingga pertengahan tahun depan, dengan demikian defisit air baku di Batam dapat segera teratasi," ujar Jokowi saat melakukan peninjauan, Kamis (23/3/2017).

Bendungan Sei Gong salah satu dari 65 bendungan program strategis nasional Pemerintahan Jokowi-JK. Bendungan ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat Kota Batam dengan proyeksi pertumbuhan penduduk hingga 2030.

Selain memenuhi kebutuhan air baku, bendungan ini juga memiliki fungsi konservasi sumber daya air, pendidikan, dan diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Batam.

Bendungan ini juga disiapkan sebagai sumber air baku bagi rencana pengembangan kawasan industri baru, di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

14:25 WIB

Pkl 14.25 WIB: Jokowi Minta Pengelolaan Bendungan Sei Gong Jangan Rebutan

Bisnis.com, BATAM - Dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke proyek pembangunan bendungan Sei Gong, Kota Batam terlihat presiden menghentak-hentakan tangan dan menunjuk-nunjuk proyek yang tengah dikerjakan di depan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan jajarannya.

Usai berbincang-bincang di tengah lokasi proyek, di hadapan awak media presiden memastikan penyelesaian proyek dapat dipercepat menjadi tengah tahun depan dari semula Desember 2018.

"Setelah beroperasi nanti pengelolaannya tidak boleh rebutan [BP Batam maupun pemerintah daerah]. Ini tanah negara, milik negara, harus dikelola bersama," ujarnya, Kamis (23/03/2017).

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso mengatakan, pihaknya akan menambah jumlah tenaga kerja, alat berat serta jam kerja karyawan proyek untuk mempercepat penyelesaian proyek.

"Karyawan proyek nanti kita tambah, alat berat kita tambah. Hari kerja menjadi 7 hari penuh dari semula 5 hari. Dengan demikian dapat menghemat waktu pengerjaan," ujarnya.

Imam memastikan percepatan penyelesaian proyek tidak akan menimbulkan pembengkakan anggaran, karena penambahan karyawan, alat berat dan lainnya diimbangi dengan periode pengerjaan proyek yang lebih cepat.

14:16 WIB

Pkl 14.16 WIB: Tinjau Bendungan Sei Gong, Jokowi Minta Pembangunan Dipercepat

Presiden Joko Widodo meminta penyelesaian proyek Bendungan Sei Gong, Kota Batam yang semula dijadwalkan pada Desember 2018 maju pada pertengahan 2018.

Dalam kunjungan kerjanya ke proyek bendungan Sei Gong, Presiden memastikan tidak terdapat kendala dalam pengerjaan proyek, sehingga penyelesaiannya dapat dipercepat.

"Galang, Rembang maupun Kota Batam yang masih kekurangan. Sudah saya bicarakan rencana akhir 2018, saya bincang-bincang tadi bisa selesai maju pertengahan tahun depan. Dengan selesainya ini diharapkan kekurangan air baku di Batam bisa diselesaikan. Ini juga mulai baru 2016 awal loh, cepat sekali," ujarnya, Kamis (23/3/2017)

Saat ini perkembangan pembangunan proyek Bendungan Sei Gong telah mencapai 35%. Bendungan dengan kapasitas debit andalan sebesar 400 liter per detik dengan luas genangan sekitar 355 hektare dan volume tampung 11,8 juta meter kubik ini dibangun menggunakan APBN dengan nilai Rp238 miliar.

Bendungan Sei Gong salah satu dari 65 bendungan program strategis nasional Jokowi-JK. Bendungan ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat Kota Batam dengan proyeksi pertumbuhan penduduk hingga 2030.

Selain memenuhi kebutuhan air baku, bendungan ini juga memiliki fungsi konservasi sumber daya air, pendidikan, dan diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Batam.

Bendungan ini juga disiapkan sebagai sumber air baku bagi rencana pengembangan kawasan industri baru, di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Tag : jokowi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top