Ingin Pacu Penjualan, Pembudi Daya Salmon di Norwegia Harus Jual Fillet

Pembudidaya salmon di Norwegia disarankan untuk tidak sekadar menjual ikan jika ingin mengangkat lebih tinggi sektor perikanan.
Sri Mas Sari | 20 Maret 2017 00:26 WIB
Irisan ikan salmon di pasar swalayan - Reuters/Lucy Nicholson

Bisnis.com, JAKARTA – Pembudidaya salmon di Norwegia disarankan untuk tidak sekadar menjual ‘ikan’ jika ingin mengangkat lebih tinggi sektor perikanan, sektor berperforma terbaik selama lima tahun terakhir itu.

Artinya, pembudidaya harus membuat produk itu lebih ramah konsumen dan siap saji agar mampu mendatangkan pendapatan yang stabil. Demikian saran Head of Equities Alfred Berg Kapitalforvaltning AS Leif Eriksrod di Oslo, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (19/3/2017).

“Tahun-tahun berjalan baik, kami masih menyukai sektor itu, tetapi levelnya sangat tinggi sehingga kami harus menunggu kebangkitan berikutnya untuk memulai,” katanya.

Setelah melesat 400% selama lima tahun  terakhir, didorong oleh permintaan salmon yang meningkat dan kenaikan harga di pasar global, Indeks Seafood Oslo tergelincir 12% tahun ini. Selain kemasan dan pemasaran, perusahaan-perusahaan juga melawan tren pertumbuhan ritel di Norwegia, eksportir terbesar salmon di dunia.

Beberapa perusahaan besar seperti Marine Harvest ASA dan Leroy Seafood ASA sudah menjangkau langsung konsumen Amerika Serikat dan Eropa. Marine Harvest, perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki miliuner John Fredriksen, membuat kemajuan di AS melalui Wal-Mart Inc., sedangkan Leroy besar di Eropa dan merangsek ke pasar Jerman, menurut Alfred Berg.

Menjaga segelintir konsumen juga menjadi kunci. “Jika mereka menemukan duri di dalam ikan, mereka tidak akan memakan ikan selama enam bulan. Ini penting untuk mereka. Anak-anak menyukai salmon selama tidak ada duri di dalamnya. Ini tentang daya tarik yang kita bias dapatkan di market,” ujarnya. 

Tag : perikanan, Salmon
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top