Kemendag Belum Bahas Produk Potensial Lewat Jalur Bitung-Davao

Kementerian Perdagangan mengaku belum membahas lebih lanjut produk maupun komoditas yang akan melalui jalur Bitung, Sulawesi Utara Davao, Filipina.
Nurhadi Pratomo | 17 Maret 2017 07:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan mengaku belum membahas lebih lanjut produk maupun komoditas yang akan melalui jalur Bitung, Sulawesi Utara — Davao, Filipina.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengungkapkan pihaknya belum dapat memberikan lebih lanjut terkait detail produk apa saja yang nantinya akan melewati jalur tersebut.

“Kami [Kemendag] belum membahas produk-produk apa saja yang akan didorong melalui jalur tersebut,” kata Oke saat dikonfirmasi Bisnis.com, Kamis (16/3).

Ketua Komisi Tetap Asia Pasific Kadin Bernardino Moningka Vega meyakini jalur tersebut akan meningkatkan ekspor secara signifikan. Sayangnya, saat ini masih terdapat sejumlah kendala teknis maupun regulasi. 

“Harga produk maupun komoditas asal Indonesia akan lebih bersaing mengingat dapat memotong rute pengiriman yang biasanya lebih memutar karena harus melalui Manila,” jelas Bernardino.

Dia meminta kepada pemerintah untuk segera memastikan masalah terkait hambatan perdagangan. Hal itu untuk mencegah kegagalan pemanfaatan rute seperti yang terjadi pada 1998 dan 2004.

Jalur kapal roll on-roll off (Ro-ro) Bitung-General Santos-Davao rencananya akan diresmikan pada akhir April 2017 oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Duterte. Sejumlah pihak mengaku optimis rencana pembukaan trayek kapal tersebut dan diharapkan mampu meningkatkan perdagangan antara Indonesia dengan negara Asean lainnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perdagangan, asean

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top