Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bandara Internasional Yogyakarta Beroperasi Maret 2019

Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi menargetkan Bandara Internasional Yogyakarta sudah mulai beroperasi sejak Maret 2019
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 27 Januari 2017  |  12:00 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7). - Antara/Widodo S. Jusuf
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, KULONPROGO - Menteri Perhubungan ‎Budi K. Sumadi menargetkan Bandara Internasional Yogyakarta sudah mulai beroperasi sejak Maret 2019.

Budi menuturkan, pembangunan bandara baru tersebut mendesak untuk dilakukan karena Bandara Adi Sutjipto sudah melebihi kapasitasnya.

Adapun, jumlah penumpang bandara di Kota Gudeg tersebut ‎sudah mencapai 7,2 juta, sedangkan kapasitasnya hanya 1,6 juta.

"‎Maret 2019 diharapkan sudah mulai beroperasi," kata Budi saat memberikan sambutan pada persiapan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta, Jumat (27/1/2017).

Selanjutnya, setelah ini adalah ‎land clearing, pemindahan pohon, bongkar bangunan, soil investigation, hingga konstruksi‎. Pembebasan tanah hampir semua sudah dilakukan, sebagian kecil melalui cara konsinyasi di pengadilan.

Pembangunan akan dilakukan secara dua tahap. Tahap pertama membuat landasan pacu sepanjang 3.250 meter dengan lebar 60 meter dan mempunyai kapasitas penumpang 14 juta.

Tahap kedua, lanjutnya, landasan pacu diperpanjang hingga 3.600 meter dan kapasitas penumpang hingga 20 juta. Nantinya, bandara bisa didarati pesawat jenis Boeing 747-400.

‎Pihaknya mengklaim kapasitas penumpang tersebut mencapai sepuluh kali lipat dibandingkan dengan milik Bandara Adi Sutjipto yang tidak sampai 2 juta.

Selain itu, rute yang ditempuh bisa hingga Jeddah, sehingga masyarakat Yogyakarta bisa menunaikan haji secara langsung.

‎Pemerintah juga akan meningkatkan konektivitas bandara tersebut dengan jalur kereta api dan jalan baru. Pengembangan bandara diharapkan bisa memberikan multi efek melalui peningkatan sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan budaya.‎‎

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara kulonprogo
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top