Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berrybenka Incar Pertumbuhan 300% Tahun Ini

PT Berrybenka menargetkan pertumbuhan 300% pada 2017 setelah menerapkan strategi omni-channel sepanjang 2016.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 26 Januari 2017  |  12:53 WIB
Situs Berrybenka - ilustrasi
Situs Berrybenka - ilustrasi
Bisnis.com, JAKARTA - PT Berrybenka  menargetkan pertumbuhan 300% pada 2017 setelah menerapkan strategi omni-channel sepanjang 2016.
 
Strategi tersebut memadukan fasilitas belanja online via situs/aplikasi melalui 14 pop-up store Berrybenka di seluruh Indonesia.
 
"Kami sangat optimistis dengan target 2017 ini. Apalagi, dengan investasi yang kami peroleh pada kuartal IV/2016 dari beberapa pemodal utama seperti Maj Invest Private Equity, Asia Summit Capital, Softbank-Indosat Fund, dan beberapa investor lokal senilai total 8 digit dalam dolar Amerika," kata CEO Berrybenka Jason Lamuda dalam media gathering pada Kamis (26/1/2017).
 
Tahun ini, lanjutnya, Berrybenka akan fokus pada beberapa bisnis utamanya, yaitu memperkuat omni-channel (kombinasi online dan offline), chat commerce, dan beberapa program lainnya.
 
Lebih lanjut, tahun ini Berrybenka berencana membuka 20 pop-up stores dan beberapa gerai permanen untuk memenuhi permintaan konsumen setianya.
Jason menyebut kelebihan gerai offline dibandingkan online Berrybenka adalah fasilitas 'COD 2.0' dan 'Retur di Toko'.
 
Managing Director Berrybenka Danu Wicaksana menjelaskan fitur COD 2.0 memungkinkan pelanggan untuk bisa memesan beberapa produk melalui situs Berrbenka, lalu memilih toko offline terdekat sebagai tujuan pengirimannua.
 
"Setelah sampai di toko, pelanggan dapat mencobanya terlebih dahulu dan melakukan pembayaran hanya untuk produk yang memang dirasa cocok. Layanan ini baru pertama kali dilakukan oleh perusahaan fesyen di Indonesia," paparnya.
 
Selain melalui jalur offline, tahun lalu Berrybenka telah mengembangkan layanan baru kepada pelanggan melalui inisiatif 'Chat Commerce' yang memungkinkan pelanggan berbelanja melalui aplikasi chat seperti WhatsApp, Facebook Messenger, LINE, dan live chat.
 
"Kami sangat inin memanjakan pelanggan paling setia. Melalui program personal shopper, mereka akan dilayani secara eksklusif oleh agen customer service yang disebut 'Stella' melalui layanan pesan singkat dengan aplikasi WhatsApp. Agen 'Stella' ini tidak hanya mampu membantu pelanggan dalam berbelanja promo, tapi juga memberi informasi dan saran terkait tren fesyen kekinian."
 
Strategi Berrybenka pada 2016 lainnya berkaitan dengan produk/merchandising. Melihat pertumbuhan signifikan (di atas 40%) pada segmen private label, Berrybenka memperkenalkan kategori baru yaitu Berrybenka Curve dan Berrybenka Premium.
 
Berrybenka Curve merupakan kategori yang menawarkan produk-produk yang dirancang khusus untuk perempuan dengan postur plus size. Adapujn, Berrybenka Premium dikhususkan bagi koleksi produk fesyen dengan desain dan bahan eksklusif.
 
"Kami melihat ceruk pasar yang besae untuk produk plus size, sehingga kami ingin meluncurkan lebih banyak koleksi Berrybenka Curve. Selain itu, kami juga mengembangkan kategori premium untuk menjawab permintaan pelanggan yang menginginkan lebih banyak lagi produk berkualitas premium," kata Jason.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

online shopping berrybenka
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top