Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Melambung, Pedagang Cabai di Pangkalpinang Kurangi Pasokan

Harga cabai rawit merah yang melambung tinggi membuat pedagang eceran di pasar-pasar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengurangi pasokan dari agen distributor seiring permintaan konsumen yang juga mulai menurun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Januari 2017  |  12:03 WIB
Pedagang membenahi cabai rawit merah di Pasar Jatinegara, Jakarta, Selasa (2/1). Menurut pedagang cabai rawit merah mengalami mencapai Rp100.000 per kilogram karena pasokan berkurang selama libur panjang. - Antara
Pedagang membenahi cabai rawit merah di Pasar Jatinegara, Jakarta, Selasa (2/1). Menurut pedagang cabai rawit merah mengalami mencapai Rp100.000 per kilogram karena pasokan berkurang selama libur panjang. - Antara

Bisnis.com, PANGKALPINANG - Harga cabai rawit merah yang melambung tinggi membuat pedagang eceran di pasar-pasar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengurangi pasokan dari agen distributor seiring permintaan konsumen yang juga mulai menurun.

"Harga dari agen berkisar Rp100.000 per kg, paling hanya mengambil 10 kg untuk dijual kembali itu pun lama habisnya," kata seorang pedagang, Anas di Pangkalpinang, Kamis (12/1/2017).

Dia mengatakan biasanya sekali memasok 25 kg bahkan bisa lebih namun karena harga cabai terlalu mahal terpaksa harus dikurangi, pelanggan juga mulai berkurang membeli cabai itu.

"Saya kalau menjual Rp130.000 per kg, kalau pelanggan membeli per ons Rp15.000, dan banyak juga pelanggan yang mengeluh karena harga cabai tinggi sehingga memberatkan perekonomiannya," ujarnya.

Menurutnya, tingginya harga cabai itu karena harga dari daerah sentra juga naik sehingga, panen petani juga tidak maksimal karena pengaruh cuaca yang tidak bagus untuk tanaman tersebut.

"Untuk memenuhi kebutuhan warga pasokan cabai didatangkan dari daerah sentra seperti Jawa dan Sumatra, karena pasokan dari petani lokal masih minim," ujarnya.

Demikian juga dengan Saipul, pedagang lainnya yang mengakui ia tidak berani menyetok cabai terlalu banyak karena khawatir jika tidak terjual maka akan mengalami kerugian karena cabai membusuk dan tidak layak jual.

Dia berharap semoga saja harga kembali normal secepatnya sehingga ia bisa memasok cabai dalam jumlah yang maksimal untuk memenuhi permintaan pelanggannya.

"Nanti kalau harga sudah mulai turun dan normal kembali saya pasti akan mengambil banyak dari para agen distributor sehingga permintaan pelanggan dapat terpenuhi," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cabai pangkalpinang

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top