Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PBTR: Proyek Tol Pemalang-Batang Bisa Dilintasi pada Lebaran 2017

PT Pemalang Batang Tol Road atau PBTR, selaku pelaksana proyek tol Pemalang-Batang memastikan pembangunan jalan tol sepanjang 39,2 kilometer (km) dapat dilewati secara fungsional pada musim mudik Lebaran tahun ini.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 07 Januari 2017  |  22:29 WIB
Ilustrasi proyek pembangunan jalan tol.
Ilustrasi proyek pembangunan jalan tol.

Bisnis.com, PEMALANG - PT Pemalang Batang Tol Road atau PBTR, selaku pelaksana proyek tol Pemalang-Batang, memastikan pembangunan jalan tol sepanjang 39,2 kilometer (km) dapat dilewati secara fungsional pada musim mudik Lebaran tahun ini.

Direktur Utama Pemalang- Batang Toll Road Supriyono mengatakan pengerjaan proyek jalan tol yang melintasi tiga kabupaten itu terus dikebut. Bahkan, pihaknya menyakini jalan tol itu dapat dioperasikan secara fungsional pada Lebaran 2017.

"Target Lebaran ini, kita mengejar progres 37%," paparnya disela sela menerima kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di area tol Pemalang, Sabtu (7/1/2017).

Kendati dapat dimanfaatkan pengguna jalan, dia menegaskan hanya kendaraan golongan satu yang bisa melalui jalan tol dengan dua jalur.

Selain itu, Supriyono menerangkan saat pengoperasian pada Lebaran tahun ini, jalan tol Pemalang-Batang belum dilapisi aspal. Namun, lapisan struktur tanah sudah mengalami pengerasan setebal 10 centimeter (cm). Oleh karena itu, lanjutnya, pengguna jalan tidak perlu khawatir melewati jalan Tol Pemalang-Batang.

Supriyono menjabarkan pembebasan lahan proyek jalan Tol Pemalang-Batang ditargetkan selesai penuh di akhir Januari 2017. Saat ini progres pembebasan lahan di salah satu ruas Tol Trans Jawa sudah mencapai 87%.

Tol Pemalang-Batang memiliki panjang 39,2 kilometer (km) dikerjakan pembangunannya oleh Waskita Toll Road. Tol Pemalang-Batang terbagi ke dalam dua seksi, seksi I sepanjang 23 km dan seksi II 15 km. "Pembebasan lahan kita sudah 87%. Januari ini harus selesai semua," terang Supriyono.

Target selesainya pembebasan lahan ini sedikit meleset. Awalnya, pembebasan lahan ditargetkan selesai pada Desember 2016, tetapi karena beberapa kendala pembebasan lahan sedikit mundur ke Januari 2017.

Hal ini disebabkan oleh beberapa ganti rugi atas tanah warga yang terkena pembangunan proyek dihitung ulang.  "Kita targetkan Desember 2016 cuma memang karena ada masyarakat kurang cocok harganya kembali diulang perkiraan harganya," tutur Supriyono

Pihak pengelola proyek menyiapkan dana talangan yang dianggarkan untuk pembebasan lahan sebesar Rp1,3 triliun.  Adapun, serapan dana talangan yang untuk pembebasan lahan hingga awal Januari mencapai Rp1,036 triliun.

Dengan demikian, masih ada sisa dana talangan sebesar Rp264 miliar untuk membebaskan sisa lahan. "Dana talangan Rp 1,3 triliun, sudah terpakai Rp 1,036 triliun. Masih ada sisa Rp264 miliar," ujar Supriyono.

Proyek tol Pemalang-Batang sampai saat ini masih terus dikebut. Pengerjaan proyek tol yang sempat mangkrak 10 tahun ini kemudian diambil alih oleh Waskita Toll Road. 

Muhammad Khamdi (K18)
 
PBTR Pastikan Proyek Tol Pemalang-Batang Dioperasikan Lebaran 2017
 
PEMALANG--PT Pemalang Batang Tol Road atau PBTR, selaku pelaksana proyek tol Pemalang-Batang memastikan pembangunan jalan tol sepanjang 39,2 kilometer (km) dapat dilewati secara fungsional pada musim mudik Lebaran tahun ini.
 
Direktur Utama Pemalang- Batang Toll Road Supriyono mengatakan pengerjaan proyek jalan tol yang melintasi tiga kabupaten itu terus dikebut. Bahkan, pihaknya menyakini jalan tol itu dapat dioperasikan secara fungsional pada Lebaran 2017.
 
"Target Lebaran ini, kita mengejar progres 37%," paparnya disela sela menerima kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di area tol Pemalang, Sabtu (7/1).
 
Kendati dapat dimanfaatkan pengguna jalan, dia menegaskan hanya kendaraan golongan satu yang bisa melalui jalan tol dengan dua jalur.
 
Selain itu, Supriyono menerangkan saat pengoperasian pada Lebaran tahun ini, jalan tol Pemalang-Batang belum dilapisi aspal. Namun, lapisan struktur tanah sudah mengalami pengerasan setebal 10 centimeter (cm).
 
Oleh karena itu, lanjutnya, pengguna jalan tidak perlu khawatir melewati jalan Tol Pemalang-Batang.
 
Supriyono menjabarkan pembebasan lahan proyek jalan Tol Pemalang-Batang ditargetkan selesai penuh di akhir Januari 2017. Saat ini progres pembebasan lahan di salah satu ruas Tol Trans Jawa sudah mencapai 87%.
 
Tol Pemalang-Batang memiliki panjang 39,2 kilometer (km) dikerjakan pembangunannya oleh Waskita Toll Road. Tol Pemalang-Batang terbagi ke dalam dua seksi, seksi I sepanjang 23 km dan seksi II 15 km. 
 
"Pembebasan lahan kita sudah 87%. Januari ini harus selesai semua," terang Supriyono
 
Target selesainya pembebasan lahan ini sedikit meleset. Awalnya, pembebasan lahan ditargetkan selesai pada Desember 2016, tetapi karena beberapa kendala pembebasan lahan sedikit mundur ke Januari 2017.
 
Hal ini disebabkan oleh beberapa ganti rugi atas tanah warga yang terkena pembangunan proyek dihitung ulang. 
 
"Kita targetkan Desember 2016 cuma memang karena ada masyarakat kurang cocok harganya kembali diulang perkiraan harganya," tutur Supriyono
 
Pihak pengelola proyek menyiapkan dana talangan yang dianggarkan untuk pembebasan lahan sebesar Rp1,3 triliun.  Adapun, serapan dana talangan yang untuk pembebasan lahan hingga awal Januari mencapai Rp1,036 triliun.
 
Dengan demikian, masih ada sisa dana talangan sebesar Rp264 miliar untuk membebaskan sisa lahan.
 
"Dana talangan Rp 1,3 triliun, sudah terpakai Rp 1,036 triliun. Masih ada sisa Rp264 miliar," ujar Supriyono.
 
Proyek tol Pemalang-Batang sampai saat ini masih terus dikebut. Pengerjaan proyek tol yang sempat mangkrak 10 tahun ini kemudian diambil alih oleh Waskita Toll Road. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur tol pemalang batang
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top