Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

LKPP Minta Kemenkes Jadi Pelaksana E-Katalog

LKPP meminta Kementerian Kesehatan untuk menjadi eksekutor untuk pengadaan obat lewat e-katalog dengan desentralisasi kewenangan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 04 Januari 2017  |  22:55 WIB
LKPP Minta Kemenkes Jadi Pelaksana E-Katalog
Ilustrasi industri farmasi - Indian Mirror
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) meminta Kementerian Kesehatan untuk menjadi eksekutor untuk pengadaan obat lewat e-katalog dengan desentralisasi kewenangan.

Kepala LKPP Agus Prabowo meminta Menteri Kesehatan untuk menjadi eksekutor dari pengadaan obat lewat e-katalog, tetapi Kementerian Kesehatan mengaku masih belum siap.

“Kami minta e-katalog dilaksanakan bersama karena ke depan yang namanya e-katalog didesentralisasikan, jadi ada e-kataolog sektoral tapi semuanya ditayangkan secara nasional. Ke depannya, kami maunya Kementerian Kesehatan sendiri, tapi bu menteri bilang belum siap,” ujarnya kepada Bisnis.com pada Rabu (4/1/2016).

Selama ini memang Kementerian Kesehatan turut berperan, tetapi LKPP lebih dominan. Selain itu, dia menilai Kementerian Kesehatan adalah pembina dari rumah sakit dan industri farmasi, sehingga akan lebih memudahkan jika Kementerian Kesehatan yang langsung mengatur e-katalog.

Agus juga mengusulkan terkait jangka waktu penyangan, dia menilai jangka waktu dua tahun bisa lebih menguntungkan ketimbang ditayangkan dalam setahun saja. Namun, hal itu berisiko harga yang ditawarkan menjadi lebih tinggi.

Dengan demikian, dia meyakinkan bahwa tender obat tahun ini tidak akan gagal karena LKPP akan melakukan persiapan lebih awal yaitu tender mulai akhir Januari 2017.

“Pada 2015 ada gagal lelang, nah yang 2016 aman sampai bulan April. Supaya tidak gagal lagi, kami mau mempersiapkan dari awal, jadi akhir Januari kami persiapan tender,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian kesehatan lkpp
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top