Terminal Teluk Lamong Tambah 10 STS Crane Internasional

PT Terminal Teluk Lamong kini dilengkapi 10 unit Ship to Shore (STS) Crane untuk mempercepat proses pelayanan bongkar muat.
Wike Dita Herlinda | 20 Desember 2016 15:34 WIB
Seorang petugas melakukan pengawasan di bawah crane Ship To Shore (STS) di Terminal Laut Teluk Lamong, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/5/2016). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Terminal Teluk Lamong kini dilengkapi 10 unit Ship to Shore (STS) Crane untuk mempercepat proses pelayanan bongkar muat.

Menggunakan Kapal Chung Yang berbendera Korea, tiga unit STS Crane Internasional tiba di dermaga Terminal Teluk Lamong pada Senin (19/12/2016).

"Meningkatnya minat pengguna jasa menggunakan layanan bongkar/muat di Terminal Teluk Lamong membuat Pelindo III terus melengkapi terminal ramah lingkungan tersebut dengan fasilitas dan peralatan baru bertaraf internasional," jelas Dirut Terminal Teluk Lamong Prasetyadi dalam siaran pers, Selasa (20/12/2016).

Spesifikasi STS Crane Internasional memiliki boom sepanjang 30 – 40 meter sehingga dapat digunakan untuk melayani kapal jenis Panamax dan mampu mengangkat beban hingga 60 ton dengan sistem twin lift (mampu mengangkat petikemas 2 x 20 feet secara bersamaan).

STS Crane tersebut menggunakan sumber daya listrik sehingga mendukung kebijakan green port di Terminal Teluk Lamong. Kemampuan jangkauan STS Crane Internasional adalah 14 row atau setara dengan 35 meter.

Alat yang dibuat pada 2014 tersebut diproduksi oleh Konecranes, salah satu perusahaan alat berat asal Finlandia.

Dermaga PT Terminal Teluk Lamong dilengkapi lima unit STS Crane Domestik, lima unit STS Crane Internasional dan dua unit Grab Ship Unloader (GSU).

Panjang dermaga petikemas Terminal Teluk Lamong adalah 500 meter dan lebar 80 meter. Kapal–kapal berukuran besar dapat sandar di dermaga Terminal Teluk Lamong karena kedalaman laut mencapai – 14 LWS (dermaga domestik) dan – 16 LWS (dermaga internasional).

Selain petikemas, pelayanan curah kering bermuatan food and feed grain dilakukan di Terminal Teluk Lamong. Dermaga curah kering sepanjang 250 meter dilengkapi dengan dua unit GSU berkapasitas 2.000 ton/jam disiapkan untuk melayani pasar curah.

Conveyor dan gudang penumpukan (cillo) seluas 10 Ha akan siap digunakan pada pertengahan 2017.

Pelindo III memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa kepelabuhanan dengan membangun Terminal Teluk Lamong sebagai terminal ramah lingkungan bertaraf internasional.

Kecepatan dan ketepatan pelayanan disajikan melalui fasilitas dan peralatan serba canggih dan baru. Percepatan arus logistik nasional akan ditingkatkan melalui pelayanan dan fasilitas yang baik hasil inovasi Pelindo III.

Tag : pengembangan teluk lamong
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top