Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Okupansi KA Peti Kemas BLP Ditarget Capai 75%

Perusahaan jasa angkutan kontainer dengan menggunakan kereta api, PT Bintang Laut Platinum optimistis tingkat keterisian kereta api peti kemas yang disewanya dari PT Kereta Api Indonesia mampu mencapai 75%.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 01 Desember 2016  |  19:52 WIB
PT KAI Divre III menggenjot usaha angkutan batu bara dengan menggandeng PT Gumay Prima Energi (PGE), anak usaha PT Royaltama Mulya Kencana (RMK). - Istimewa
PT KAI Divre III menggenjot usaha angkutan batu bara dengan menggandeng PT Gumay Prima Energi (PGE), anak usaha PT Royaltama Mulya Kencana (RMK). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan jasa angkutan kontainer dengan menggunakan kereta api, PT Bintang Laut Platinum optimistis tingkat keterisian kereta api peti kemas yang disewanya dari PT Kereta Api Indonesia mampu mencapai 75%.

Manajer PT Bintang Laut Platinum (BLP) Adji Wihardja mengatakan angkutan peti kemas dengan menggunakan kereta api memiliki beberapa keuntungan dari sisi keselamatan dan kecepatan waktu tempuh.

“Kami [Angkutan kereta api peti kemas] cuma 14 jam dari Jakarta ke [Stasiun] Benteng dan Kalimas di Surabaya,” kata Adji, Jakarta, Kamis (1/12/2016). 

Saat ini, dia mengatakan terdapat beberapa konsumen lebih memilih angkutan kereta api untuk mengangkut peti kemas karena pertimbangan waktu dan keamanan meskipun harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.

Dia mengungkapkan kereta api peti kemas yang bernama KA BLP tersebut memiliki 30 gerbong datar (GD) dengan kapasitas satu gerbong datar untuk kontainer ukuran 40 feet.

Perusahaan, dia menuturkan, menandatangani kontrak sewa dengan KAI untuk mengoperasikan kereta api peti kemas tersebut selama satu tahun. Setelah satu tahun, paparnya, KAI akan meninjau ulang KA tersebut terkait.

Dia mengungkapkan perusahaan akan memasang tarif stasiun ke stasiun sekitar Rp2,7 juta per kontainer 20 feet ditambah pajak pertambahan nilai sebesar 10%.

Executive Vice President Daerah Operasi 1 Jakarta PT Kereta Api Indonesia John Roberto mengatakan kerja sama antara KAI dengan BLP tersebut merupakan salah satu cara mencapai target pertumbuhan angkutan barang dengan menggunakan kereta api.

Dia memperkirakan kereta api peti kemas BLP tersebut dalam seminggu dapat memberikan kontribusi pertumbuhan angkutan barang sekitar 3.000 – 4.000 ton.

Dia mengungkapkan barang yang seharusnya terangkut dengan menggunakan kereta api hingga akhir tahun mencapai 40 juta ton. Tetapi, hingga saat ini jumlah barang yang terangkut dengan menggunakan kereta api baru mencapai sekitar 63% dari target 40 juta ton.

“Kami akan berusaha supaya ini [angkutan barang dengan kereta api] bisa meningkat terus,” katanya. Dia menambahkan nantinya kereta api peti kemas BLP tersebut akan beroperasi sekali dalam seminggu, dan diharapkan dapat meningkat setiap minggunya.

Angkutan barang dengan menggunakan kereta api, paparnya, sebaiknya menjadi prioritas mengingat dampak yang dihasilkan cukup besar. Dia mengatakan angkutan barang kereta api bisa menghemat bahan bakar minyak, ruang, dan tidak mengganggu moda transportasi lainnya.

Dia mengungkapkan angkutan barang dengan menggunakan kereta api lebih aman dan cepat jika dibandingkan dengan angkutan barang berbasis jalan raya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api kereta barang
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top