Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wang Residence Kembangkan Komunitas Penghuni

PT Citicon Propertindo selaku pengembang apartemen premium Wang Residence, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengusung konsep pengembangan komunitas prestisius di apartemen premium tersebut untuk meningkatkan daya saing.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 08 November 2016  |  19:30 WIB
Wang Residence Kembangkan Komunitas Penghuni
Apartemen - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—PT Citicon Propertindo selaku pengembang apartemen premium Wang Residence, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengusung konsep pengembangan komunitas prestisius di apartemen premium tersebut untuk meningkatkan daya saing.

Managing Director Wang Residence Simon Kurniawan mengatakan, banyak pengembang membangun apartemen tanpa perencanaan matang terhadap kehidupan berkomunitas dari para calon penghuni apartemen mereka.

Oleh karena itu, selain menghadirkan apartemen Wang Residence dengan fasilitas dan spesifikasi yang premium, perusahaannya juga mengembangkan pendekatan personal kepada calon pembeli.

Pendekatan dilakukan melalui kegiatan-kegiatan promosi yang berbasis komunitas setiap bulan, seperti komunitas olah raga, seni, kesehatan, dan hobi.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, para calon pembeli dapat saling berkenalan serta mengajak calon pembeli lainnya yang tergabung di komunitas masing-masing untuk ikut membeli.

Hal ini mengantisipasi kehidupan sosial penghuni apartemen nantinya serta mendukung jaringan relasi para penghuni.

“Banyak developer bisa membangun apartemen yang mewah, tetapi tidak banyak developer yang memikirkan atau memprioritaskan komunitas di apartemen ini. Kami ingin tidak saja membangun apartemen mewah, tetapi juga komunitas yang prestisius,” katanya dalam acara temu media, Selasa (8/11/2016).

Project Director Wang Residence Andre Kristian optimis proyek Wang Residence akan segera habis terjual meskipun proyek-proyek apartemen baru terus berdatangan di Jakarta di tengah tingkat permintaan yang tertahan.

Dengan konsep pengembangan komunitas, Wang Residence cukup berhasil menarik minat pembeli hingga kini terjual sekitar 70%, dengan mayoritas pembeli adalah para pengguna akhir yang tergabung dalam sejumlah komunitas.

Menurutnya, dalam dua bulan terakhir, penjualan meningkat tajam mencapai 30% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini disinyalir merupakan efek dari suksesnya program pengampunan pajak yang sudah mulai terasa.

“Faktor utama penjualan di dua bulan ini adalah tax amnesty. Pembeli kami tidak ragu lagi untuk pakai dananya untuk membeli, padahal dulu masih takut. Selain itu, mereka juga membeli di saat bangunan kami sudah topping off, sehingga mereka lebih all out membeli,” katanya.

Wang Residence terdiri atas dua menara, yakni Upperhouse dan Penthouse dengan total 230 unit dan investasi Rp1 triliun. Penutupan atap keduanya telah dilakukan pada Mei dan Juni tahun ini. Proyek ini menempati lahan seluas satu hektar

Proyek ini dipasarkan mulai Rp3 miliar dengan luas unit mulai dari 130 m2 hingga 243 m2. Proyek ini dilengkapi area seluas 8.000 m2 yang diperuntukkan sebagai taman dan fasilitas penunjang lainnya seperti indoor heated pool, clubhouse, movie room, gym & spa room, dan lainnya.

Menurutnya, harga tiap unit di Wang Residence masih relatif kompetitif dengan apartemen sekelas serta masih menyisakan ruang yang lebar bagi peningkatan harga.

Selain itu, tahun depan perusahaannya juga akan memulai proyek komersial sebagai penunjang bagi penghuni dengan investasi sekitar Rp200 miliar.

“Kami sudah akuisisi 5.000 meter persegi yang akan kami bangun A New Plaza di Jakarta Barat yang menghadirkan kebutuhan utama seperti groceries, food and beverage, serta institusi edukasi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen bisnis properti strategi bisnis
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top