Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendekatan Ekoregion Dinilai Bisa Bangun Pertanian Berkelanjutan

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan untuk membangun pertanian yang berkelanjutan, pemerintah perlu menerapkan pendekatan ekoregion, sehingga semua masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang beragam.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 30 Oktober 2016  |  18:58 WIB
Panen Padi - lustrasi/Bisnis.com
Panen Padi - lustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan untuk membangun pertanian yang berkelanjutan, pemerintah perlu menerapkan pendekatan ekoregion, sehingga semua masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang beragam.

Ekoregion merupakan pendekatan sesuai kondisi dan kebutuhan regional akan pangan, bukan pendekatan berdasarkan komoditas. Pemerintah daerah harus menerapkan zonasi agroekologi lahan pertanian sesuai dengan karakteristik wilayah.

Dia meyakini hal itu bisa mengurangi ketergantungan pulau lain akan kebutuhan pangan yang berasal dari Pulau Jawa. Saat ini, ketergantungan tinggi produksi aneka pangan pokok di Jawa terjadi pads komoditas padi, jagung, kedelai dan gula masing-masing 52,6%, 54,5%, 66,9% dan 67,4% dari produksi nasional.

"Diserahkan ke pemerintah daerah kebutuhan daerahnya apa, kondisi lokal seperti apa sehingga akan mendorong tumbuhnya panen lokal," ujarnya, dalam Acara Diskusi Melanjutkan Pertanian Berkelanjutan Untuk Mewujudkan Hak Atas Pangan, di Jakarta, Minggu (30/10/2016).

Selain itu, pemerintah juga harus memastikan masyarakat memiliki daya beli terhadap kebutuhan pangan sehingga angka kemiskinan dapat berkurang. Kenaikan nilai tukar di tingkat petani mampu mendongkrak daya beli.

"Cuma kebijakan pemerintah menyasar ini belum banyak. Efisiensi di pemanenan, pengolahan, dan konsumsi harus dilakukan," katanya.

Data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai tukar petani pada September 2016 mengalami peningkatan 0,45% dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Agustus 2016, nilai tukar petani nasional juga tercatat mengalami kenaikan 0,17% dibandingkan Juli 2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top