Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Bantah Jadi Perantara Rosneft untuk Dekati Presiden Jokowi

Pertamina membantah pihaknya menjadi perantara Rosneft untuk mendekati Presiden Joko Widodo dengan menyampaikan hadiah yang ditiipkan perusahaan migas Rusia tersebut.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 28 Oktober 2016  |  16:15 WIB
Rosneft - bloomberg
Rosneft - bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pertamina membantah pihaknya menjadi perantara Rosneft untuk mendekati Presiden Joko Widodo dengan menyampaikan hadiah yang ditiipkan perusahaan migas Rusia tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro membantah jika titipan dimaksud adalah gratifikasi yang diberikan perusahaan Rusia terkait kesepakatan usai penandatanganan kerjasama antara Pertamina dan Rosneft. Menurut Wianda, pemberian itu adalah cindera mata.

“Itu adalah pertukaran cenderamata, kami memiliki SOP semua cinderamata yang berasal dari berbagai pihak, kami daftarkan pada fungsi compliance Pertamina untuk kemudian didata dan dilaporkan secara berkala pada KPK,” ujar Wianda kepada Bisnis, Jumat (28/10/2016).

Tak hanya itu, Wianda membantah jika Pertamina menjadi perantara Rosneft untuk memberikan pemberian itu kepada Presiden.

“Kami bukan perantara, kami sudah juga melaporkan kepada Pak Djumala kepala Sekretariat Presiden, adalah kewenangan dari Kepala Negara untuk dapat menyampaikan laporan. Kami juga telah laporkan kepada unit pengendali gratifikasi Pertamina untuk disampaikan pada KPK,” bantahnya.

Menurutnya, hadiah tersebut pada awalnya akan diberikan langsung oleh perusahaan migas asal Rusia itu kepada Presiden. Namun, masa kunjungan yang terlalu singkat membuat perusahaan itu meminta bantuan Pertamina untuk menyerahkan gift tersebut kepada RI-1.

“Kami [Pertamina] sudah minta pada perusahaan terkait menyampaikan cenderamata tersebut secara langsung. Namun mereka meminta bantuan karena waktu kunjungan mereka yang selalu singkat, mereka berharap Pertamina bisa bantu meneruskan pada pihak-pihak yang dituju,” ujar Wianda.

“Maka langsung kami sampaikan secara tercatat kepada Setneg agar semua dapat transparan dan disampaikan pada pihak-pihak yang perlu kami laporkan seperti UPG fungsi compliance di Pertamina,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Sekretaris Presiden Darmansjah Djumala mendatangi Gedung KPK untuk melaporkan hadiah yang diterima Presiden.

“Saya datang kemari dalam rangka memenuhi instruksi Bapak Presiden, Bapak Jokowi tadi pagi, untuk menyerahkan satu paket gift dari sebuah perusahaan swasta dari Rusia yang kita terima beberapa waktu lalu melalui pihak ketiga,” ujar Darmansjah usai melaporkan hadiah itu di gedung KPK.

Darmasjah mengungkapkan hadiah tersebut terdiri dari lukisan, tea-set, dan plakat. “Isinya itu ada 3 macam diberikan secara berkala dan tidak ‎sekalian dikasih, bertahap, ada lukisan, dalam beberapa waktu diberikan lagi tea-set, kemudian yang ketiga plakat. Tiga inilah yang kita laporkan ke Pak Agus KPK,” ungkapnya.

Namun, dirinya mengaku tak tahu berapa nilai pasti dari ketiga barang tersebut. “Saya tidak tahu, tapi kelihatannya mahal, bagus,” imbuhnya.

Terkait proses pemberian hadiah tersebut, Darmasjah mengatakan jika hadiah yang diterima Presiden berasal dari perusahaan migas di Rusia, Rosneft Oil Company melalui pihak ketiga yakni Pertamina. “Ini dari pihak swasta Rusia, oil company,” tuturnya.

“Tidak langsung ke Bapak Presiden tapi melalui pihak ketiga yaitu Pertamina,” imbuhnya.

Sehubungan pemberian hadiah tersebut, Ka Setpres itu mengaku tak tahu proyek apa yang ingin dimuluskan oleh perusahaan itu. “Saya tidak bisa menduga, nanti dibilang suudzon [berburuk sangka],” tukasnya. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pertamina presiden oao rosneft
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top