Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemetaan Irigasi Dipecepat

Pemerintah terus berupaya membenahi berbagai kebijakan,dengan salah satu fokus perhatian yang akan dilakukan adalah perbaikan sarana irigasi.p
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Oktober 2016  |  07:04 WIB
Pengairan sawah - Antara
Pengairan sawah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah terus berupaya membenahi berbagai kebijakan,dengan salah satu  fokus perhatian yang akan dilakukan adalah perbaikan sarana irigasi.

Kementerian PUPR mencatat dari sekitar 7,3 juta hektar saluran irigasi yang beroperasi saat ini, sebanyak 43,6% mengalami kerusakan. Karena itu pemerintah menargetkan 3 juta hektar saluran irigasi masuk ke dalam program rehabilitasi selain membangun pembangunan 1 juta hektar saluran irigasi baru. Dengan demikian, pada 2019 ditargetkan 90% atau 6,4 juta hektar lahan irigasi di Indonesia dalam keadaan baik. 

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan prinsip yang akan diterapkan bukan menambah petak sawah baru tetapi pembangunan irigasi harus dititikberatkan pada rehabilitasi dan dicocokan dengan lahan yang tersedia.

"Pemerintah akan mempercepat pemetaan rehabilitasi infrastruktur irigasi,"katanya Rabu (26/10)

Selain Kementerian PUPR, Darmin juga meminta Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk menginventarisasi  seluruh data lahan irigasi yang kewenangannya ada di Pemerintah Kabupaten/Kota (luas lahan kurang dari 1000 hektar). Dia memutuskan lahan irigasi yang sebelumnya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota dialihkan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daerah irigasi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top