Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MV Patraikos Bongkar Muat Perdana di Teluk Lamong

Kapal MV Patraikos yang dioperasikan Korea Marine Transport Co., Ltd, resmi melakukan aktivitas bongkar muat perdana di Terminal Teluk Lamong, menyusul kapal raksasa lainnya MV Tommy Ritscher yang lebih dulu bersandar.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 25 Oktober 2016  |  21:37 WIB
Sejumlah pekerja melakukan penyelesaian pengerjaan harbour mobile crane (HMC) pelabuhan teluk lamong di Perairan Gresik. - Antara
Sejumlah pekerja melakukan penyelesaian pengerjaan harbour mobile crane (HMC) pelabuhan teluk lamong di Perairan Gresik. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kapal MV Patraikos yang dioperasikan Korea Marine Transport Co., Ltd, resmi melakukan aktivitas bongkar muat perdana di Terminal Teluk Lamong, menyusul kapal raksasa lainnya MV Tommy Ritscher yang lebih dulu bersandar.

MV Patraikos merupakan kapal berjenis Panamax berbendera Liberia. Kapal asal Monrovia Afrika Barat itu memiliki ukuran panjang 262,07 meter dengan lebar 32,30 meter, dan berkapasitas sebesar 4.400 TEUs.

Manajer Pemasaran Terminal Teluk Lamong (TTL) Wara Djatmika mengatakan PT Pelindo III berkomitmen mengembangkan TTL sebagai pelabuhan bertaraf internasional, sehingga Surabaya dapat menjadi salah satu gerbang perdagangan dan bisnis di Indonesia.

“Kami berharap pertumbuhan bisnis di TTL semakin meningkat, terutama dengan pelayanan 24 jam–7 hari yang diberikan agar kepuasan pelayanan kepada para pengguna jasa tetap tinggi,” katanya dalam siaran pers, Selasa (25/10/2016).

Saat ini, dermaga TTL sudah dilengkapi dengan 5 unit Ship to Shore Crane (STS), sehingga dapat melayani pelayanan peti kemas domestik dan internasional. Adapun, STS internasional memiliki kemampuan mengangkat petikemas 2x20 kaki secara bersamaan.

Selain itu, TTL juga dilengkapi Grab Ship Unloader (GSU) guna mendukung kegiatan curah kering. Kemudian, Pelindo III juga tengah menyelesaikan penyediaan fasilitas conveyor dan silo penyimpanan.

“Tak hanya itu, lapangan penumpukan TTL juga semi-automatic CY karena menggunakan ASC [Automated Stacking Crane] yang mempunyai kecepatan 270 meter per menit, tanpa bantuan manusia,” tuturnya.

Dengan segala fasilitas tersebut, Wara optimistis kapal-kapal internasional dengan kapasitas 4.000-8.000 DWT akan lebih banyak melakukan bongkar muat di TTL. Apalagi, TTL juga sudah menerapkan online sistem, dan otomatisasi alat.

Dia juga berharap kapal-kapl besar tidak perlu lagi bersandar di Singapura karena Indonesia kini telah memiliki terminal bertaraf internasional yang mampu melayani dengan cepat, tepat dan aman.

“Bersandarnya MV Patriakos merupakan bukti dari Pelindo III, bahwa TTL sebagai pelabuhan baru mampu mempercepat proses bongkar muat, dan memperlancar pengiriman logistik di Indonesia,” ujarnya.

Sekadar informasi, kedalaman dermaga internasional TTL mencapai 16 Mean Lower Water Spring (MLWS), sehingga mampu menampung kapal MV Patriakos yang membutuhkan kedalaman 12,50 MLWS.

Adapun, kapal MV Patraikos yang digunakan oleh Korea Marine Transport saat ini memiliki rute perjalanan Surabaya-Hong Kong-Shanghai-Kwangyang-Ulsan-Pusan-Pusan New Port (Korea).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bongkar muat
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top