Nippon Sharyo, Produsen Shinkasen Sekaligus Kereta MRT Jakarta

Kereta rel listrik atau rolling stock yang akan dioperasikan pada proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta rencananya akan dikirim dari Jepang mulai 2018 mendatang.
Feni Freycinetia Fitriani | 23 Oktober 2016 22:37 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meninjau proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (30/9). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, TOKYO--Kereta rel listrik atau rolling stock yang akan dioperasikan pada proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta rencananya akan dikirim dari Jepang mulai 2018 mendatang.

Perusahaan yang bertanggung jawab membuat seluruh badan gerbong termasuk interior rolling stock adalah Nippon Sharyo, LTD.

Nippon Sharyo merupakan perusahaan asal Negeri Sakura yang bergerak di bidang teknologi perkeretaapian serta infrastruktur lainnya.

Senior Managing Director General Manager Rolling Stock Division Nippon Sharyo Tsuge Mikio mengatakan perusahaan tersebut sudah memproduksi kereta api sejak September 1896.

"Tahun ini, Nippon Sharyo genap berumur 120 tahun. Selama itu pula kami berdedikasi untuk menciptakan beragam teknologi baru, khususnya terkait rolling stock," ujarnya kepada peserta MRT Jakarta Fellowship Journalist di pabrik Toyokawa, Nagoya, Kamis pekan lalu (20/10/2016).

Dia menuturkan Nippon Sharyo telah memproduksi puluhan jenis kereta rel listrik, misalnya rolling stock untuk moda kereta bawah tanah (subway), kereta berkapasitas massal (mass rapid transit), hingga kereta cepat (shinkasen).

Menurutnya, rolling stock-rolling stock tersebut memiliki ciri khas yang berbeda satu sama lain. Mulai dari warna, ukuran, kecepatan, hingga materian yang digunakan.

Salah satu contohnya adalah Shinkansen. Kereta super cepat yang dinamakan Bullet Train tersebut ternyata memiliki material body yang berbeda dengan kereta pada umumnya.

"Jika kereta biasa menggunakan stainless steel, Shinkansen justru memanfaatkan bahan aluminium. Material ini dipilih agar bobot kereta lebih ringan sehingga bisa bergerak sangat cepat," ungkapnya.

Mikio menuturkan semua kereta yang diproduksi oleh Nippon Sharyo sudah dipesan terlebih dahulu. Hal ini berlaku juga untuk rolling stock yang akan digunakan oleh MRT Jakarta.

General Manager Design and Engineering Department Rolling Stock Division Nippon Sharyo, LTD. Yoshitomo Watanabe mengatakan seluruh desain rolling stock MRT Jakarta telah diproses oleh Nippon Sharyo. Saat ini, pihaknya tengah memproduksi kereta contoh (mock up).

"Rolling stock yang dipesan oleh PT MRT Jakarta mirip dengan Model 3000R. Model kereta tersebut saat ini dioperasikan oleh Yokohama City Transportation Bureau," katanya.

Spesifikasi rolling stock PT MRT Jakarta a.l. badan kereta terbuat dari stainless steel, memiliki dimensi 2,950 mm x 3,655 mm, serta dapat menampung penumpang hingga 1.850 orang per rangkaian kereta. 
 
"Keretanya mirip dengan Marunouchi Line, Yokohama. Namun, ukuran rolling stock Jakarta lebih besar sedikit," katanya. 

Proses pengerjaan rolling stock tersebut sesuai dengan paket pengadaan atau tender CP-108 yang dimenangkan oleh Sumitomo Corporation pada Maret 2015. 
 
Sumitomo Corporation lantas menunjuk Nippon Sharyo, LTD. untuk memproduksi 16 rangkaian kereta rel listrik, dimana masing-masing rangkaian terdiri dari 6 kereta. Dengan demikian, Nippon Sharyo bertanggung jawab untuk memproduksi 96 gerbong kereta rel listrik. 
 
Lebih lanjut, besaran nilai kontrak untuk paket CP-108 mencapai JPY 10,835 miliar atau setara dengan Rp145,4 miliar. Proses tender paket tersebut didampingi oleh konsultan tender Nippon Koei, Co. Ltd yang merupakan lead consultant dari Jakarta Metro Tender Assistance. 

Tag : mrt
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top