Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jasa Angkasa Bidik Pendapatan Tumbuh 11%

Penyedia jasa tata operasi darat atau groundhandling, PT Jasa Angkasa Semesta memproyeksikan pendapatan usaha yang diraup perseroan tahun ini tumbuh 11%-12%, atau sebesar Rp1,2 triliun.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 18 Oktober 2016  |  18:00 WIB
ilustrasi - bisnis.com
ilustrasi - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Penyedia jasa tata operasi darat atau groundhandling, PT Jasa Angkasa Semesta memproyeksikan pendapatan usaha yang diraup perseroan tahun ini tumbuh 11%-12%, atau sebesar Rp1,2 triliun.
 
Direktur Utama PT Jasa Angkasa Semesta Adji Gunawan mengatakan pertumbuhan bisnis groundhandling perseroan tahun ini mencatatkan kinerja yang cukup baik, seiring dengan meningkatnya arus barang dan penumpang.
 
“Bicara arus barang, saya lihat pertumbuhannya cukup baik, bisa double digit. Untuk arus penumpang, mungkin belum double digit, tapi kami melihat pergerakannya sudah kenaikan,” katanya di Jakarta (18/10).
 
Adji menilai banyaknya pemain e-commerce saat ini sebenarnya telah mengubah jalur mata rantai supply chain di Indonesia. Menurutnya, pergerakan arus barang itu sudah semakin tidak ada hambatan atau borderless.
 
Hal itu juga yang menyebabkan komoditas yang diangkut menggunakan pesawat udara saat ini mulai beragam, misalnya seperti produk garmen. Adji optimistis pengiriman kargo melalui pesawat udara kedepannya akan kian diminati.
 
“Contoh lainnya adalah ponsel. Dulu itu hanya untuk memenuhi kebutuhan komunikasi saja. Sekarang, ponsel menjadi gaya hidup. Aksesoris kian beragam, bentuk lebih banyak dan lain sebagainya, dan tentu ini makin tinggi volumenya,” tuturnya.
 
Selain barang, lanjut Adji, jumlah penumpang internasional yang berkunjung ke Indonesia juga memiliki potensi untuk tumbuh hingga dua digit, ketimbang saat ini yang masih mencatatkan pertumbuhan satu digit.
 
Penumpang internasional yang dimaksud antara lain penumpang asal China. Menurutnya, masyarakat China berpenghasilan menengah saat ini terus tumbuh, dari sebelumnya hanya 200 juta orang, kini sudah menyentuh 300-400 juta orang.
 
Asal tahu saja, pada pertengahan tahun ini, Lucky Air—maskapai asal China—memilih Jasa Angkasa Semesta sebagai pihak yang bertugas untuk mengelola groundhandling maskapai di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dan Ngurah Rai Bali.
 
Tantangan 2017

Di sisi lain, tantangan para penyedia jasa groundhandling di Indonesia untuk dapat beroperasi kedepannya juga kian besar. Pasalnya, beleid yang mengatur mengenai peremajaan peralatan groundhandling mulai berlaku pada Januari 2017.
 
“Jadi pada Januari 2017, perusahaan-perusahaan yang tidak meremajakan peralatan akan terancam dicabut lisensinya oleh Kementerian Perhubungan, selaku regulator. Saya istilahkan akan ada seleksi alamiah,” ujar Adji.
 
Kendati demikian, sambungnya, beleid yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 174/2015 tersebut justru memberikan kesempatan bagi JAS untuk mengambil peluang dari pasar penerbangan domestik.
 
Asal tahu saja, JAS saat ini lebih banyak melayani penerbangan internasional dari maskapai asing. Pangsa pasar JAS untuk penerbangan internasional saat ini sekitar 55%, dan melayani 12 station di Indonesia.
 
Guna memenuhi amanat dari Permenhub No. 174/2015, JAS menggelontorkan sebanyak Rp300 miliar pada tahun ini untuk peremajaan peralatan (ground support equipment/GSE) di 12 station.
 
Peralatan yang diremajakan antara lain, baggage towing tractor diesel sebanyak 36 unit, baggage cart electric enam unit, high loader trepel 20 unit, main deck loader empat unit, passenger boarding stair 17 unit.
 
Kemudian, belt conveyor loader sebanyak 23 unit, aircraft towing tractor widebody enam unit, aircraft towing tractor narrowbody sembilan unit, forklift 30 unit, dan reach truck sembilan unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendapatan JAS-Jasa Angkasa Semesta
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top