16 Perusahaan Siap Masuk Kawasan Industri Kendal

Kawasan Industri Kendal menyatakan terdapat 16 perusahaan yang akan membangun pabrik di lokasi dengan luasan lahan keseluruhan 2.200 hektare.
Muhammad Khamdi | 31 Agustus 2016 20:34 WIB
Ilustrasi kawasan industri - Jabarprov.go.id

Bisnis.com, SEMARANG - Kawasan Industri Kendal menyatakan terdapat 16 perusahaan yang akan membangun pabrik di lokasi dengan luasan lahan keseluruhan 2.200 hektare.

Direktur KIK Hyanto Wihadi mengatakan dari luas lahan keseluruhan 2.200 ha, pada tahap pertama rencananya dilakukan pengembangan pada lahan 1.000 ha. Saat ini sudah 120 ha lahan yang digarap dengan 16 perusahaan yang telah menyatakan bergabung.

Pihaknya menargetkan pengembangan 1.000 ha lahan tersebut dapat diselesaikan dalam jangka waktu lima tahun dan mampu menyerap 500.000 tenaga kerja.

“Harapan kami sekarang pada posisi 2016, kita targetkan tahap pertama ini sampai lima tahun, baru mulai ke tahap kedua,” katanya, dalam keterangan resminya Rabu (31/8/2016).

Dalam proses pembangunan tersebut, papar Hyanto, pengelola KIK meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kendal dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang disyaratkan perusahaan-perusahaan di KIK.

Apalagi, dari target 300 perusahaan, sebanyak 60% merupakan perusahaan asing yang membutuhkan tenaga kerja terampil dengan kualifikasi tertentu. Dia juga menyarankan agar pemerintah membuat program-program pelatihan untuk lulusan SMK.

Hal itu dilakukan supaya mereka dapat langsung dipakai oleh perusahaan, mengingat beberapa waktu lalu saat melakukan seleksi banyak yang tidak memenuhi standar kualitas.

“Diharapkan SDM di Kendal dan Jateng bisa siap dengan tuntutan dari kualitas pabrik-pabrik yang ada di sini, karena sebagian besar pabrik-pabrik di sini adalah multinasional dan asing,” ujar Hyanto.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko meminta kepada KIK menjadi pionir kawasan industri yang mampu menyerap investasi ke Jateng, dengan harapan dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Menurut Heru, wilayahnya berpotensi menjadi tempat favorit bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya, dengan sumber daya alam dan manusia yang ada.

Namun, perlu sejumlah kemudahan bagi para investor. Oleh karena itu, para kepala daerah mesti memberikan pelayanan yang mudah dan ramah investasi.

“Saya pikir Jateng masih punya peluang. Di samping Kendal, kita bicara pantura ke barat sampai ke Brebes dan ke timur sampai ke Rembang. Ini baru Jawa Tengah bagian pantura belum nanti Jawa Tengah bagian selatan,” ujarnya.

Tag : kawasan industri
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top