Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Terbesar Dunia: Ini Kinerja Lima Besar Perusahaan Dunia Versi Fortune 500

Inilah lima perusahaan terbesar kelas dunia yang masuk dalam daftar Fortune 500 untuk tahun ini.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Agustus 2016  |  12:36 WIB
State Grid - china.org.cn
State Grid - china.org.cn

Bisnis.com, JAKARTA—Inilah lima perusahaan terbesar kelas dunia yang masuk dalam daftar Fortune 500 untuk tahun ini.

Walmart berada di peringkat pertama setelah tahun lalu berada di posisi yang sama pada Fortune 500. Perusahaan yang dipimpin CEO Douglas McMillon tersebut mencatat pendapatan US$482.130 juta dan keuntungan US$14.694 juta. Mempekerjakan 2.300.000 karyawan, perusahaan ritel itu  dinilai mampu beradaptasi menuju abad ke-21 sebagaimana dikutip Fortune.com, Senin (29/8/2016).   

State Grid berada di peringkat kedua setelah pada tahun lalu perusahaan yang bergerak di berbagai bidang termasuk jasa dan energi tersebut berada di posisi ketujuh dengan jumlah karyawan 927.839 orang. Pendapatan perusahaan yang dipimpin Shu Yinbiao tersebut mencatat pendapatan US$329.601 juta dengan keuntungan US$10.201 juta.

Berada di peringkat ketiga, China National Petroleum tercatat sebagai perusahaan yang sangat gesit dalam mencari sumber energi baru dengan pendapatan US$299.271 juta. Berada di peringkat empat pada tahun lalu, perusahaan dengan jumlah karyawan1.589.508 orang itu mampu mencatat keuntungan pada tahun ini sebesar US$7.091 miliar di bawah pimpinan CEO Wang Yilin.

Sinopec Group merupakan perusahaan China yang tahun ini turun ke peringkat empat setelah pada tahun lalu berada di peringkat kedua mendampingi Walmart sebagai peringkat satu dunia. Dengan mempekerjakan 810.538 karyawan, perusahaan tersebut mampu meraup pendapatan sebesar US$294.344 juta dengan keuntungan US$3.595 juta pada tahun ini. di bawah kendali CEO Wang Yupu perusahaan ini termasuk tiga besar perusahaan energi di negaranya

Perusahaan asal Belanda, Royal Dutch Shell berada di posisi kelima setelah pada tahun lalu berada di urutan ketiga. Dengan jumlah karyawan 90.000 orang perusahaan yang dipimpin CEO Ben van Beurden tersebut mampu meraup pendapatan sebesar US$272.156 juta dengan keuntungan US$1.939 juta. Perusahaan tersebut tercatat sebagai pemain utama tradisional sektor minyak dan gas di Eropa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perushaan fortune

Sumber : fortune.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top