Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Pastikan Komitmen Saudi Aramco di Proyek Kilang Dumai

Pertamina (persero) memastikan komitmen Saudi Aramco untuk terlibat dalam proyek peningkatan kapasitas Kilang Dumai yang masuk dalam salah satu proyek Roadmap Development Refinery Program (RDMP).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 05 Agustus 2016  |  13:32 WIB
Pertamina Pastikan Komitmen Saudi Aramco di Proyek Kilang Dumai
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--PT Pertamina (persero) memastikan komitmen Saudi Aramco untuk terlibat dalam proyek peningkatan kapasitas Kilang Dumai yang masuk dalam salah satu proyek Roadmap Development Refinery Program (RDMP).

Adapun, Saudi Aramco bersepakat untuk terlibat dalam peningkatan kapasitas tiga kilang yakni Kilang Dumai, Riau yang ditargetkan naik kapasitasnya dari 140.000 barel per hari menjadi 300.000 barel per hari, Kilang Cilacap dari 270.000 barel per hari  menjadi 370.000 barel per hari dan Kilang Balongan dari 100.000 barel per hari menjadi 350.000 barel per hari.

Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi mengatakan pihaknya baru mengirimkan surat kepada pihak Saudi Aramco untuk mendapat respons atas komitmennya terhadap proyek penambahan kapasitas Kilang Dumai. Pasalnya, pihaknya ingin mengaktifkan kembali kilang yang tak beroperasi selama 20 tahun itu.

"Kita lagi tanya Saudi Aramco, mereka serius enggak? Karena kita mau percepat ini," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/8/2016) malam sebelum rapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.

Lebih lanjut, dia menyebut kontrak dengan Saudi Aramco sebenarnya telah berakhir sampai November 2015. Adapun, kontrak tersebut diperpanjang hingga November 2016. Dengan demikian, pihaknya kembali menanyakan komitmen Saudi Aramco terhadap proyek tersebut. Pihaknya masih menanti jawaban dari Saudi Aramco terhadap komitmen tersebut.

"Justru (belum direspons). Baru kirim surat."

Penandatanganan heads of agreement (HoA) ditandatangani dengan nilai US$392 juta untuk Kilang Cilacap dan Kilang Dumai US$100 juta. Saat ini, Indonesia masih kekurangan kapasitas kilang sebesar 1 juta barel per hari.

Alhasil, selisih antara kemampuan kilang dan kebutuhan sebesar 55%. Hal ini, berbeda dengan yang terjadi pada tahun 90-an ketika kapasitas kilang berada di angka 1,6 juta barel per hari dan konsumsi sebesar 700.000 barel per hari.

Sementara saat ini, konsumsi sebesar 1,6 juta barel per hari dengan penambahan kapasitas kilang yang relatif lambat. Diperkirakan, pada 2023 konsumsi BBM akan berada sejajar dengan kemampuan kilang yaitu 2 juta barel per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina saudi aramco Dumai
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top