Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AirNav Siapkan Sistem Perkuat Terminal 3 Soetta

AirNav Indonesia atau Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia mengaku belum tahu lokasi pembangunan subtower air traffic services untuk Terminal III Ultimate Bandar Udara Soekarno-Hatta, namun pihaknya sudah mempersiapkan penguatan sistem pemantauan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Juni 2016  |  20:38 WIB
AirNav Indonesia. - JIBI
AirNav Indonesia. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA -- AirNav Indonesia atau Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia mengaku belum tahu lokasi pembangunan subtower air traffic services untuk Terminal III Ultimate Bandar Udara Soekarno-Hatta, namun pihaknya sudah mempersiapkan penguatan sistem pemantauan.

Corporate Secretary AirNav Indonesia atau Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Ari Suryadharma menyatakan, pihaknya belum menerima konfirmasi lokasi pembangunan menara tersebut.

Menurutnya, tower eksisting dinyatakan sudah tidak bisa memantau peredaran pesawat di area Terminal Baru.

"Memang dibutuhkan menara yang lebih tinggi, kami belum tahu apakah AirNav yang akan bangun atau Angkasa Pura. Tetapi kalau sesuai penugasan sepertinya AP II yang akan bangun," ungkap Ari, Selasa (28/6).

Ari menyebut perencanaan pembangunan tersebut belum jelas, akan dibangun di lokasi eksisting dengan menambah tinggi atau membangun di lokasi baru.

"Oleh sebab itu kami juga tidak tahu berapa kebutuhan investasi untuk pembangunannya," ungkap Ari.

Direktur Teknik AirNav Indonesia Lukman F Laisa menyatakan pembangunan subtower sesuai rekomendasi Kementerian Perhubungan memang menjadi tugas dari operator bandara terkait, yakni Angkasa Pura II.

"Untuk masalah pengembangan Bandara Soetta kami tahun ini sudah menargetkan pengembangan sistem Advance Service Movement Guidance and Control System atau ASM GCS," kata Lukman.

Rencananya sampai akhir tahun ini AirNav akan meningkatkan kualitas sistem ASM GCS yang sebelumnya masuk dalam level I untuk terintegrasi ke level II.

"Kalau level I cuma bisa memantau pergerakkan pesawat saja, kalau level II sistemnya lebih sensitif, bisa memantau pergerakkan sampai mobil, bus, dan trucking," tuturnya.

Senada dengan AirNav, pihak Angkasa Pura II (AP II) juga sudah berencana membangun menara pemandu lalu lintas udara kedua atau subtower setinggi 23,5 meter. Nantinya, subtower dengan konstruksi baja tersebut akan dibangun di atas garbarata.

AP II memperkirakan pembangunan subtower akan selesai pada 20 hari ke depan, dan dapat mulai dioperasikan.

Rencananya, Angkasa Pura II akan berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dalam penyediaan peralatan dan sumber daya manusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara soetta AirNav Terminal 3 Ultimate
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top