Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JEMBATAN LAYANG: Bandung Jadi Contoh Flyover Baja Bergelombang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Kota Bandung mulai mengerjakan pilot project jembatan layang baja bergelombang di Antapani.
Adi Ginanjar Maulana & Wisnu Wage
Adi Ginanjar Maulana & Wisnu Wage - Bisnis.com 10 Juni 2016  |  15:48 WIB
Flyover - Ilustrasi
Flyover - Ilustrasi

Bisnis.com, BANDUNG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Kota Bandung mulai mengerjakan pilot project jembatan layang baja bergelombang di Antapani.

Jembatan layang tersebut diklaim merupakan yang pertama di Indonesia dan tidak akan bermasalah.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR Herry Vaza mengatakan kekuatan jembatan layang dengan struktur baja bergelombang tidak perlu diragukan. Pasalnya, pihaknya telah melakukan pengujian dan perhitungan dengan cermat mengenai kekuatan jembatan.

"Pembangunan jembatan layang Antapani merupakan proyek kerja sama antara Pusjatan Balitbang Balitbang Kementerian PUPR, Pemkot Bandung, dan Posco Steel Korea," ujarnya di Bandung, Jumat (10/6/2016).

Total anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut sekitar Rp34,5 miliar, yang rinciannya antara lain dari Pusjatan Rp21,5 miliar, Pemkot Bandung Rp10 miliar, dan Posco Steel Korea Rp2 miliar.

"Proyek pembangunan flyover Antapani merupakan proyek percontohan untuk mengatasi kemacetan di persimpangan sebidang jalan dan perlintasan kereta," ujarnya.

Kepala Balitbang Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pembangunan jembatan layang baja bergelombang lebih efisien jika dibandingkan dengan struktur beton bertulang. "Efisiensinya sekitar 60%-70%."

Dia menjelaskan, untuk membuat satu buah jembatan layang dengan beton bertulang bisa membutuhkan anggaran sekitar Rp100 miliar. "Sementara pembangunan jembatan layang dengan struktur baja bergelombang dengan timbunan ringan hanya Rp35 miliar," katanya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan jembatan layang Antapani dibangun menggunakan struktur baja bergelombang dan dikombinasikan dengan timbungan ringan yang merupakan salah satu rancang bangun aplikatif yang dikembangkan Balitbang Kementerian PUPR.

Pembangunan Jembatan Layang Antapani ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan di persimpangan Jalan Antapani-Terusan Jakarta yang selama ini kerap terjadi setiap harinya.

Menurutnya, pembangunan jembatan layang dengan struktur baja bergelombang dengan kombinasi mortar busa punya beberapa keunggulan seperti waktu tempuh pengerjaan konstruksi lebih cepat 50%.

"Saya harap inovasi penelitian aplikatif dapat dirasakan dengan masyarakat. Saat peresmian Desember nanti mudah-mudahan bisa oleh Wapres Pak Jusuf Kalla," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flyover
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top