Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Akan Resmikan Groundbreaking PLTU Lontar

Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Lontar dengan kapasitas 1x315 megawatt (MW) unit 4. Adapun PLTU tersebut terletak di desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Banten.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 10 Juni 2016  |  11:25 WIB
Presiden Akan Resmikan Groundbreaking PLTU Lontar
/Ilustrasi
Bisnis.com, TANGERANG--Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Lontar dengan kapasitas 1x315 megawatt (MW) unit 4. Adapun PLTU tersebut terletak di desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Banten.
 
PLTU Lontar ini merupakan bagian dari megaproyek 35.000 MW yang menjadi jatah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Dengan dimulainya konstruksi, PLTU ini diproyeksikan selesai pada 2019 mendatang. Nantinya listrik yang berasal dari pembangkit ini akan dipasok ke wilayah DKI Jakarta dan Banten melalui subsistem Balaraja, Subsistem Kembangan dan Muara Karang-Gandul.
 
Adapun pembangunan PLTU Lontar unit 4 ini ditandatangani pada 17 September 2015 dengan efektif kontrak 1 April 2016. Di mana pembangunannya akan dilakukan kleh Sumitomo Corporation, Black and Veatch International Company dan menggandeng konttaktor PT Satyamiyra Surya Perkasa sebagai pemenang tender.
 
"Dengan adanya PLTU Lontar extention 315 MW, PLN menargetkan bisa menambah pelanggan baru hingga 206.000 pelanggan dan menyerap tenaga kerja lebih dari 3.000 orang," kata Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Jumat (10/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top