Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Likuiditas Perekonomian Uang Tumbuh Melambat

Bank Indonesia melaporkan likuiditas perekonomian uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat 7,1% (yoy) pada April 2016 atau Rp4.508,8 triliun. Pada bulan sebelumnya, uang yang beredar tumbuh 7,4% (yoy).
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 31 Mei 2016  |  18:27 WIB
Likuiditas Perekonomian Uang Tumbuh Melambat
Rupiah - JIBI/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, Jakarta—Bank Indonesia melaporkan likuiditas perekonomian uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat 7,1% (yoy) pada April 2016 atau Rp4.508,8 triliun. Pada bulan sebelumnya, uang yang beredar tumbuh 7,4% (yoy).

Perlambatan itu bersumber dari komponen uang kuasi (simpanan berjangka dan tabungan) dan surat berharga selain saham. Uang kuasi tumbuh melambat 5,3% sebesar Rp3.478,6 triliun atau turun 1% dari bulan sebelumnya. Perlambatan uang kasi terjadi pada simpanan dalam valuta asing.

“Penurunan simpanan berdenominasi valas itu terkompensasi oleh kenaikan pertumbuha giro dan tabungan berdenominasi rupiah yang tumbuh masing-masing 15,1% dan 10,9%,” tulis laporan BI, Selasa (31/5/2016).

Melambatnya pertumbuhan kredit perbankan juga mendorong menurunnya peredaran uang. Posisi kredit pada April 2016 tercatat Rp4.036,3 triliun atau tumbuh 7,7%. Sementara, pada Maret 2016 tercatat pertumbuhan kredit tumbuh 8,4% (yoy). Kredit yang baru disalurkan bank umum pada April 2016 sebesar Rp53,9 triliun.

Perlambatan pertumbuhan kredit terutama pada Kredit Modal Kerja (KMK) yang tumbuh rendah di level 4,8% (yoy) atau sebesar Rp1.846,6 triliun. Bulan sebelumnya, KMK tercatat tumbuh 6,4% (yoy).

“Perlambatan KMK terutama dipengauhi oleh penyaluran kredit ke industri perdagangan, hotel dan restoran, serta industri pertambangan dan penggalian,” lanjut BI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia uang
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top