Lelang WK Migas: Tawaran Terbaik Dipilih

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)dengan penawaran terbaik akan dipilih dalam lelang wilayah kerja minyak dan gas bumi tahap I 2016.
Duwi Setiya Ariyanti | 17 Mei 2016 22:33 WIB
Kantor Pertamina di Jakarta - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan penawaran terbaik akan dipilih dalam lelang wilayah kerja minyak dan gas bumi tahap I 2016.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Djoko Siswanto mengatakan, pemerintah perlu melakukan sejumlah penyesuaian agar lelang wilayah kerja kali ini diminati investor. Pada periode sebelumnya terpaksa dilelang kembali, karena gagal menarik minat investor. 

Kali ini, katanya, kontraktor bebas menetapkan bagi hasilnya masing-masing yang sesuai dengan keekonomian proyek. Sebagai contoh, dia menyebut kontraktor bisa saja mengajukan split dengan komposisi berbeda seperti pada lazimnya yaitu 80:20.

Begitu pula, katanya, terkait bonus tanda tangan. Namun, dengan perbedaan penawaran itu, Pemerintah tetap akan memilih kriteria yang mengandung konsep solusi menang-menang (win-win solution). 

"Yang dipilih, nantinya bukan sekadar dari segi split, tapi memberikan penawaran terbaik," ujarnya belum lama ini. 

Pihaknya mengakui, kegagalan lelang wilayah kerja migas periode berikutnya menunjukkan bahwa pemerintah perlu realistis. Menurut Djoko, bila dilihat dari pemberian bonus tanda tangan, Indonesia terlalu besar menetapkan nominalnya.

Di sisi lain, wilayah kerja tersebut belum menunjukkan performa produksi yang sesuai dengan nilai bonus tanda tangan yang ditetapkan.  Dia menyebut negara lain seperti Vietnam hanya menetapkan US$58.000 untuk bonus tanda tangan.

Hal itu, berbeda dengan Indonesia yang justru menetapkan nominal tinggi tanpa mempedulikan keberlangsungan proyek yang sebenarnya dapat memberi nilai tambah terhadap negara. Tak heran, tuturnya, wilayah kerja jadi sepi peminat karena kalah bersaing dengan negara lain. 

"Di Vietnam, signature bonus cuma US$58.000. Ya mereka (investor) ke sanalah sedangkan kita sampai US$5 juta signature bonusnya. Terus, take it or leave it. Ya orang enggak ada yang mau."

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top